Kembangkan Pesantreneurship, Nurul Mustaqim Kenali Dunia Perikanan

BUAY PEMUKA PELIUNG – Dalam rangka mengembangkan gerakan pendidikan pesantren berbasis kewirausahaan (pesantreneurship), Yayasan Nurul Mustaqim Bandar Jaya yang berpusat di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten OKU Timur, melakukan kunjungan pembelajaran. Supangat, M.Pd., Ketua Yayasan, langsung memimpin rombongan mengunjungi tempat pembudidayaan ikan yang berada di Desa Tugumulyo, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (27/3/2021).

“Nurul Mustaqim sudah merencanakan program kunjungan usaha ini. Dalam kerangka pengembangan kewirausahaan santri Nurul Mustaqim. Goalnya nanti ketika mereka menjadi alumni atau berkecimpung di masyarakat, mereka sudah memiliki modal untuk berwirausaha”, tegas sosok yang biasa dipanggil Pangat yang juga dipercaya sebagai salah seorang pembantu pimpinan di STKIP Nurul Huda ini kepada awak Media ini.

Nurul Mustaqim, lanjut alumni Nurul Huda yang juga kandidat Doktor UIN Raden Fatah Palembang ini, memilih kunjungan ke tempat pembudidayaan ikan di Tugumulyo ini karena nilai lebihnya sebagai usaha perekonomian satu atap. “Dengan menjadikan air sebagai pendukung utama usaha, manajemen usaha bernama “Tirta Kahuripan” ini selain tempat usaha budidaya ikan, juga menjadi tempat usaha rekreasi. Hal ini tentu memberikan sisi kreatifitas yang lebih bagi mereka yang masih belajar merintis usaha seperti Nurul Mustaqim ini,” pungkas Pangat.

Menurut Aziz Nur Syahilah, salah satu santri Nurul Mustaqim yang ikut kunjungan, dalam pembudidayaan ikan ini pihaknya memiih ikan nila sebagai bahan uji cobanya. “Di sini kami diajarkan cara pembudidayaan ikan mulai dari pembuatan bibit, penyediaan tempat, pembibitan, perawatan dari awal hingga panen, serta cara penyediaan pemberian pakan, pungkas santri asal Prabumulih ini.

Aziz melanjutkan bahwa dalam usaha budidaya ikan nila ini mereka berencana tidak hanya menggunakan pakan alami seperti yang dilakukan di pembudidayaan ikan di OKI ini. Selain pakan alami, Nurul Mustaqim juga akan memanfaatkan bahan limbah sebagai pakan alternatifnya, limbah sayur dan, yang utama, limbah nasi. Hal ini dikarenakan persediaan limbah nasi di lingkungan asrama Nurul Mustaqim baik di dalam maupun di luar Desa Bandar Jaya, termasuk di Desa Sukaraja, cukup banyak tersedia (Yandi).