PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA GLOBALISASI

Oleh : Irham Adi Masykuri, S.Pd.I

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih telah mengakibatkan banyak perubahan dalam tatanan sosial dan moral yang dahulu sangat dijunjung tinggi, kini tampaknya kurang diindahkan, Siswa dituntut untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut bila ingin dikatakan tidak ketinggalan zaman (gaptek).

Globalisasi menyebabkan arus yang begitu cepat dan tidak dapat dibendung serta begitu banyak dan beragam arus informasi. Dan arus informasi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap pengetahuan tetapi juga terhadap nilai-nilai pendidikan agama Islam. Semakin berkembangnya kebiasaan yang menggelobal dalam gaya hidup seperti pola berpakaian, kebiasaan makan, dan kegiatan sehari-hari, yang semakin beragam khususnya dikalangan kaum muda, berimplikasi pada aspek sosial, ekonomi dan agama. Sehingga terkadang nilai-nilai agama semakin ditinggalkan, karena dianggap kuno dan ketinggalan, sementara mereka yang mengikuti trend dianggap maju dan modern padahal mulai meninggalkan nilai-nilai agama dan moral dalam kehidupannya.

Globalisasi juga menuntut adanya persiapan dalam persaingan kehidupan global. Persaingan itu mempunyai konsekuensi yang harus dipenuhi oleh generasi bangsa Indonesia, diantaranya kecerdasan, keuletan, ketangguhan, inovasi dan lain sebagainya. Agar tidak terperosok ke jurang yang lebih dalam dan siap menghadapi persaingan global, maka perlu adanya upaya yang signifikan demi menyelematkan anak-anak bangsa sebagai penerus perjuangan dan pembangunan negara .

Untuk menangkal pengaruh globalisasi tersebut salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui jalur pendidikan, terutama pendidikan agama Islam. Sebab maju mundurnya atau baik buruknya suatu bangsa akan ditentukan oleh keadaan pendidikan yang dijalani oleh bangsa itu . Dengan adanya pendidikan agama diharapkan Siswa memiliki kepribadian yang utama,beriman dan bertaqwa.

Pendidikan agama bertujuan untuk membentuk insan kamil (kesempurnaan insani) yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah dan kebahagiaan dunia dan akhirat . Pendidikan agama juga diharapkan mampu membentuk kesadaran diri Siswa sebagai hamba Allah sekaligus fungsinya sebagai khalifah di bumi.