
Oleh: Yandi
Sahabat Rakyat Komering.Com – Manusia merupakan mahluk yang cukup dinamis dengan semangat yang berapi-api untuk terus melangkah. Karena ia sadar kalaupun mereka berhenti, waktu akan tetap berlalu, sementara mereka akan tertinggal sangat jauh dari mereka yang optimis dan menyakini bahwa tidak ada usaha yang sia-sia.
Orang seperti itu percaya walau seandainya mereka gagal, tapi setidaknya sudah mencoba, dan mendapatkan pengalaman baru, sebagai senjata untuk melangkah selanjutnya. Namun semangat seperti itu sangat berbahaya jika tidak tahu cara mengendalikannya. Sebab itu bisa mengundang kepercayaan yang berlebihan bahwa mereka pasti akan berhasil, dan mereka sangat bisa jadi tidak akan siap bila semua itu tidak seperti apa yang didamba.
Senjata atau bekal itu bisa bersumber dari mana aja, tidak hanya melalui pelajaran formal dan pelatihan khusus. Karena dari hal yang terlihat sepele pun juga bisa, termasuk rasa sakit karena kegagalan.
Manusia untuk melangkah dan menjalankan apa yang sudah menjadi ketetapan Tuhannya sebagai pemimpin atau pengelola bumi, tentu tidak dengan tangan kosong. Mereka pasti membutuhkan sesuatu sebagai acuan sekaligus media untuk bergerak, dan itu tidak hanya satu atau dua saja, mereka membutuhkan banyak.
Karena seperti yang sudah di singgung di atas bahwa segala sesuatu itu sifatnya dinamis dan kompleks. Jadi setiap situasi dan kondisi caranya tidak bisa disikapi sama. Karena bisa tidak pas, bahkan akan terjadi ketidak seimbangan. Dari situ sangat jelas bahwa manusia tidak boleh hanya melihat segala sesuatu secara monoton.
Untuk itu penting sekali bagi seseorang agar mempunyai berbagai alternatif sebagai acuan sekaligus ban serap ketika nantinya kegagalan lah yang mereka tuai.
Sebab sering kali seseorang terlalu berharap lebih dari apa yang mereka usahakan, atau juga menaruh kepercayaan penuh kepada orang lain tanpa mempertimbangkan jika nantinya terhianati.
Boleh saja jika mempunyai harapan terhadap apa yang di usahakan, dan nggak apa-apa jika mempunyai orang kepercayaan, tapi ingat ini dunia bro, sifatnya sangat tidak menentu baik kondisi alamnya juga mahluk yang menghuni termasuk manusia itu sendiri.
Jadi untuk menghindari terjadinya kekecewaan jika seandainya didapat tidak sesuai orientasi, maka dibutuhkan sebuah pilihan-pilihan lain, atau opsi cadangan, agar tidak terlalu kecewa dan sakit jika yang tidak diinginkan itu dialami.
Kemudian memandang sesuatu itu harus mempertimbangkan aspek realistisnya, karena tidak ada sesuatu bersifat mutlak. Segala yang ada di muka bumi ini suatu saat akan berubah cepat atau lambat, baik bentuk, karakter, kondisi alam, dan seterusnya. Karena hanya yang maha abadi lah yang tidak mungkin bisa berubah. Diluar itu semua mengalami perubahan.
Namun perjuangan harus tetap dilakukan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab terhadap sang kuasa yang telah memberikan anugerah berupa tempat hunian dengan segala isinya yaitu bumi yang ditinggali. Juga supaya hidup lebih bermanfaat dan bermakna sebagai mahluk yang istimewa dengan segala kemuliaan dibandingkan mahkluk lain yang tuhan ciptakan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Penulis merupakan salah satu Alumni Universitas Nurul Huda OKU Timur, Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan Tahun 2020.

