
Oleh : Yandi*
Di dunia ini ada beberapa hal yang pasti terjadi. Salah satu diantaranya adalah “terjadinya suatu perubahan”. Perubahan merupakan suatu hal yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapa pun dan dengan cara apapun juga.
Perubahan tersebut bisa bersifat positif dan bisa juga negatif. Dan faktor yang paling berpengharuh terjadinya suatu perubahan adalah globalisasi. Globalisasi seakan berperan sebagai pisau pembedah, gunting pemutus batas,atau juga sebagai cairan putih yang dicampur dengan air mineral hingga tidak dapat dibedakan apalagi dipisahkan.
Globalisasi membuat coklat rasa tai ayam dan tai ayam seakan rasa coklat. Baik buruk sudah sangat sulit dibedakan. Begitu dahsyat dampak globalisasi ini. Hidup seakan-akan adalah persaingan dan pertandingan. Kini siapa yang lebih kuat serta lebih kuasa, ia lah yang lebih menentukan sesuatu. Nilai, norma, dan rambu-rambu sudah tidak dipentingkan lagi.
Hal ini juga menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial antara si miskin dan si kaya. Mereka yang tergolong miskin menjadi suka lupa melibatkan tuhannya dalam menjalankan aktivitas kesehariannya. Mereka hanya sibuk dengan urusan memenuhi kebutuhan agar mereka mampu bertahan hidup. Sementara golongan mereka yang kaya dan lebih kuasa sering bersikap seolah-olah mereka sudah tidak akan menginjakkan kaki di bumi lagi. Mereka sering lupa daratan. Kesadaran akan asal dan muasal mereka ada dan diposisinya sekarang sudah mereka lupakan, niat awal sebelum mereka dipercaya untuk menjadi lebih dari orang lain sudah tidak dipedulikan lagi.
Mereka yang dulunya adalah masyarakat biasa. Yang mempunyai asal yang sama, proses yang sama, dan keinginan yang sama, namun ketika sudah mencapai apa yang mereka inginkan, mereka menjadi lupa pada tujuan awal ketika mereka mulai melangkah. Dan hanya sibuk dengan kepentingan sendiri serta memperkaya dirinya sendiri, keluarga dan orang terdekatnya saja. Globalisasi telah membuat pola pikir umat manusia menjadi bergeser.
Dengan adanya globalisasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin tidak terbendung. Seoalah manusia hidup tanpa batas, baik itu jarak, nilai atau norma, kebudayahan, spiritual, ekonomi, sosial, politik,ideologi dan lain sebagainya yang semakin sulit dibedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang sesuai dangan keadaan dan kondisi atau kebutuhan kita yang seharusnya. Nah itu lah sedikit ulasan mengenai dampak negatif dari adanya globalisasi.
Selain dampak negatif, globalisasi juga mempunyai dampak positif. Adapun dampak positif dari globalisasi adalah dengan kemajuan teknologi dan informasi maka beban pekerjaan manusia menjadi lebih berkurang. Informasi apa pun mudah untuk didapatkan. Sesuatu yang dulunya tidak mungkin terjadi kini bisa aja terjadi atau alternatif-alternatif yang bersifat menguntungkan kini bermunculan berkat kemajuan dibidang iptek tersebut. Globalisasi membuat Semua orang menjadi memiliki peluang yang sama untuk menjadi apa yang mereka impikan dalam berbagai bidang. Misalnya di bidang pendidikan, politik, sastra, ekonomi, tulis-menulis, pertanian, perternakan dan lain sebagainya.
Berkat kemajuan ilmu pengetahuan manusia yang kreatif dan mempunyai jiwa inovatif menjadi lebih leluasa untuk mengembangkan apa yang mereka inginkan, tentunya dengan membuat atau memunculkan suatu karya yang baru dan bermanfaat bagi seluruh anak umat manusia. Mereka yang berprofesi sebagai guru menjadi bisa terbantu dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk mendidik siswanya. begitu juga siswa menjadi lebih mudah untuk mencari informasi dalam membantu menyelesaikan tugas atau untuk lebih berkreasi dan berkarya.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga, seorang pengusaha menjadi bisa menemukan ide atau alternatif demi perkembangan dan kemajuan usaha yang ia geluti. Misalnya dengan adanya internet membuat pasar didunia perdangan menjadi semakin lebih luas, yaitu dengan melakukan perdagangan atau pemasaran online. Seorang petani menjadi bisa menemukan alternatif baru agar hasil tani mereka menjadi lebih berkualitas dan tentunya lebih menguntungkan.
Memang Globalisasi sudah membuat segala hal cepat berubah dan tidak bisa ditunda apalagi dihentikan. Bahkan di bidang spiritual juga kena imbasnya dimana kesenjangan antar umat beragama semakin marak terjadi, misalnya pengemboman tempat ibadah, saling menghujat, dan saling menjatuhkan, ditambah lagi dengan keberadaan dunia maya yang membuat hal seperti itu semakin leluasa terjadi.
Untuk itu disini penulis menyarankan agar kita senantiasa bersifat terbuka, bersifat hati-hati dalam bertindak, dan selalu menanamkan bahwa belajar itu seumur hidup. Jadi selama nyawa masih dikandung badan atau belum berada dibawah papan maka profesi kita hanyalah seorang pengembara dan pelajar ulung.
~~~~~~~~~~~~~~~~
Penulis Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Nurul Huda (Unuha) yang mengabdikan diri di SMP berbasis pesantren di OKU Timur.
Artikel ini pernah diterbitkan melalui akun blogger milik penulis yaitu nhasehatsahabatkopi.blogspot.com pada 23 Februari 2022.
~~~~~~~~~~~

