Oleh: Isnaini*
Sebelum kita jawab satu pernyataan diatas. Izinkanlah saya sedikit bercerita tentang awal perjuangan saya dalam menempuh pendidikan. Atau sebelum saya duduk di bangku kuliah seperti sekarang ini.
Saya merupakan anak bungsu dari dua bersaudara . Nama saya Isnaini. Saat ini saya sudah duduk di bangku kuliah, tepatnya semester II. Disini saya mengambil Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Nurul Huda (Unuha).
Saya dilahirkan dari keluarga bisa dibilang kelasnya menengah ke bawah. Namun meskipun begitu saya sebagai anak dari kedua orang tua saya, merasa cukup bangga, karena saya dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tua yang sangat hebat serta tangguh. Hingga saya bisa seperti sekarang ini. Dan semuanya itu tidak luput dari pengorbanan dan jasa-jasa, serta doa dari mereka berdua.
Dahulu atau sebelum saya resmi menyandang status sebagai mahasiswa, Saya sempat menempuh pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu tepatnya sekitar tahun 2019, dan alhamdulilah setelah tiga tahun saya menimba ilmu di sana, akhirnya saya pun berhasil lulus tepat waktu, yaitu pada (05/2021).
Nah setelah lulus dari sekolah tempat saya itu, saya belum mempunyai pikiran untuk melanjutkan pendidikan saya kejenjang yang lebih tinggi atau kuliah. Hingga suatu hari, saya berkunjung ke tempat salah seorang saudara saya yang kebetulan ternyata ia berprofesi sebagai salah satu dosen di suatu instansi perguruan tinggi.
Dari sana ia menceritakan bagaimana kampus atau perguruan tinggi tempat ia mengabdikan diri tersebut kepada saya. Ia juga menawarkan supaya saya melanjutkan pendidikan saya ke sana saja. Setelah pulang dari rumah saudara saya itu, saya mulai terpikir, mungkin ini adalah salah satu petunjuk dari Allah SWT. sekaligus titik terang tentang apa dan bagaimana langkah saya selanjutnya. Yaitu melanjutkan pendidikan saya kejenjang yang lebih tinggi agar saya bisa mengangkat derajat orang tua.
Sepulang dari sana juga saya bernegosiasi dengan kedua orang tua saya mengenai keinginan saya untuk bisa kuliah. Setelah itu ternyata kedua orang tua saya juga merestui saya untuk merasakan bagaimana rasanya jadi seorang sarjana.
Dan sekarang syukur alhamdulillah, saya berhasil kuliah di perguruan tinggi yang ditawarkan oleh saudara saya itu. Sekarang bahkan saya sudah berada di semester 2. Saya mengambil Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unuha.
*Secuil Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) dan Universitas Nurul Huda Sukaraja.*
Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Sukaraja adalah pondok pesantren yang berbasis literasi Salafi Sunni Syafi’i yang dibentuk dan dikembangkan oleh petani migran Jawa, serta berorientasi transformasi masyarakat dikawasan wilyah bagian selatan sumatera.
Sejarah berdirinya PPNH ini tidak akan pernah lepas dari potret perjuangan seorang K.H Affandi. Yang merupakan seorang tokoh besar hingga berdirilah PPNH Sukaraja ini. Ia dilahirkan dari keluarga masyarakat Jawa, yang melakukan migrasi secara terprogram ke Pulau Sumatera ini. Yaitu Program transmigrasi yang salah satu daerah tujuannya yakni ke Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini Belitang yang kini masuk ke dalam bagian dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT).
Pada awalnya Kiai Affandi, Pendiri PPNH Sukaraja, mengikuti keluarga besarnya bertransmigrasi ke Belitang. Orang kelahiran Jember 71 tahun lalu ini sejak usia lima tahun telah merasakan bagaimana kerasnya perjuangan masyarakatnya sebagai petani yang bermigrasi dari Jawa Timur ke Sumatera Selatan.
Kiai Affandi pada tanggal 9 September 1980, akhirnya migrasi dari Trimoharjo ke Sukaraja. Bersama istri dan anak sulungnya yang baru lahir. Diikuti oleh 14 santri yang telah didiknya sejak dua tahun sebelumnya di Trimoharjo. Salah satu dari
santri itu adalah H. Tasdiq yang kini ditugaskan oleh Kiai Affandi untuk mengemban amanah sebagai Ketua Yayasan PPNH Sukaraja.
Saat ini PPNH Sukaraja tengah dalam proses mengembangkan
perguruan tingginya. Yang sejak tahun 1995 telah dirintis oleh Kiai Affandi bersama Kiai Sholeh Hasan. Sebelum itu, PPNH Sukaraja yang merupakan salah satu Pondok Pesantren terbesar di Sumbagsel ini juga telah membangun kelembagaan pendidikannya, yaitu mulai dari RA, MI, MTs, SMP Terpadu, MA, SMK dan SMA Terpadu.
Dan Unuha sendiri sebelum menjadi Unuha dahulu masih berstatus STKIP Nurul Huda. Namun kini Unuha menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi yang berstatus Universitas di Kabupaten OKU Timur ini. Hal ini tertera pada Surat Keputusan (SK)
perubahan nama tersebut telah dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Direktorat
Jendral Pendidikan Tinggi, Nomor 477 /E/0/2021 tertanggal 4 November 2021.
Kemudian sekarang ini Unuha telah memiliki 3 Fakultas dan 10 Program Studi. Yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan dengan 5 Program Studi, terdiri dari Pendidikan Fisika, Pendidikan Ekonomi, Pendidkan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Teknologi Informasi. Selanjutnya Fakultas Agama Islam dengan 2 Program Studi, terdiri dari Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Serta yang terakhir yaitu Fakultas Sains dan Teknologi, dengan 3 Program Studi, terdiri dari Informatika, Matematika dan Sains Pertanian.
Motivasi Memilih Universitas Nurul Huda dan Program Studi Pendidikan Ekonomi. Karena saya mengetahui
sejarah bagaimana proses demi proses yang sudah dilalui oleh Unuha sebagaimana yang tertera di atas, bahwasanya Universitas Nurul Huda adalah perguruan tinggi yang basisnya adalah
pondok pesantren yakni Pondok Pesantren Nurul Huda, dengan begitu saya yakin untuk pelajaran ilmu agamanya pasti lebih banyak dibandingkan disekolah umum. Selain itu lokasinya juga cukup dekat, sehingga bisa sedikit membuat saya menjadi lebih hemat dalam biaya transport. Ditambah lagi biayanya yang dipatok oleh Unuha lebih terjangkau. Dengan biaya segitu orang tua tidak terlalu terbebani.
Walau lokasinya yang jauh dari perkotaan, biayanya yang terbilang murah, kalian menjadi berpikir dan menganggap bahwa kualitasnya rendahan. Justru kalian salah besar. Unuha kualitasnya tidak kalah dengan perguruan-perguruan tinggi yang ada di kota-kota, kemudian karena basisnya adalah pondok pesantren maka ilmu agamanya menjadi lebih terjamin dibandingkan sekolah umum yang ada di kota besar sekalipun. Nah itu lah alasan utama kenapa saya memilih kuliah di Unuha ini.
Selanjut alasan saya memilih program studi pendidikan ekonomi, karena prospek untuk saya mendapat pekerjaan yang lebih Global. Setelah lulus dari program studi pendidikan semoga saya mampu bekerja sebagai guru atau pendidik ekonomi berbasis teknologi digital, praktisi di sebuah lembaga ekonomi atau keuangan serta non keuangan bahkan saya juga bisa menjadi seorang wirausaha atau pembisnis.
*Benarkah Mahasiswa Universitas Berbasis Pesantren Itu
Tidak Keren?*
Di luar sana banyak simpang siur cerita-cerita burung yang menyatakan bahwasanya kuliah di perguruan tinggi pesantren itu tidak keren, apalagi jika kuliah di perguruan tinggi swasta yang lokasinya sangat jauh dari suasana perkotaan. Untuk itulah saya ingin membuktikan bahwa opini tersebut tidak benar sama sekali. Karena menurut saya menuntut ilmu di perguruan tinggi
pesantren itu merupakan sesuatu langkah yang sangat keren. Keren, bukan sembarang keren. Sebab kerennya bukan hanya keren dimata manusia melainkan keren dimata sang pencipta yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Oleh karena ketika kita terjun ke masyarakat nanti yang dibutuhkan oleh masyarakat pertama kali adalah kemampuan kita dalam penguasaan ilmu agama. Dan hanya di Unuha kita bisa memperoleh itu semua. Selain ilmu pengetahuan tentang agama, dari segi akhlak kita juga akan dididik, etika dan ilmu kemasyarakatan. Dengan begitu pada saat kita terjun di tengah tengah masyarakat nantinya kita sudah mampu menempatkan diri. Sehingga dengan begitu kita akan menjadi Insan Kamil atau manusia yang sempurna yakni manusia yang dekat dengan Tuhannya serta terbina potensi rohaniah dan membuatnya menjadi lebih berfungsi secara optimal.
Sama halnya dengan mata kuliah akhlakul karimah ini, kita diajarkan bagaimana berakhlak yang baik, moral
yang baik, serta etika yang baik. Supaya secara tidak langsung, ketika kita sudah lulus dari Universitas Nurul Huda, banyak dari kita yang akan menjadi tenaga pendidik, walaupun tidak semuanya, dan pastinya kita akan terjun ke lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, mempelajari ilmu akhlak, moral dan etika sangat penting.
Jadi menurut saya opini tentang mahasiswa perguruan tinggi
pesantren itu tidak keren adalah opini yang salah besar. Saya sangat bangga menjadi bagian dari Universitas Nurul Huda
Sukaraja, karena selain keren di mata manusia juga keren di mata Sang Pencipta yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Penulis adalah Mahasiswa Semester Dua Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Nurul Huda (Unuha)
Sumber Pustaka:
D.M.S. Harby. 2020.Dari Semangat Hijrah Menjadi Kiai Besar: Potret Kiai Affandi dalam 40 tahun PPNH Sukaraja.
Diunduh pada
6 Juni 2022 dari
https://tarbiyahislamiyah.id/dari-semangat-hijrah-menjadi-kiaibesar-potret-kiai-affandi-dalam-40-tahun-ppnh-sukaraja/
Badrudin, M. 2015.Akhlak Tasawuf. Serang:IAIB PRESS.


