KARYA MAKMUR- Dalam pelaksanaan Program Kerja KKN Tematik PPDC_11 STKIP Nuru Huda, Mahasiswa KKN melakukan penguatan belajar dengan sistem luring. Hal tersebut mulai mereka laksanakan pada 28 Juli-13 Agustus 2021, dengan cara mendatangi rumah salah satu murid yang memiliki kelompok belajar, yang terdiri dari lima murid. Tujuan diadakan luring ini untuk memudahkan murid dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, karena ketika murid tersebut hanya melakukan daring mereka hanya mengetahui tugasnya saja tanpa mengerti materi yang sedang dipelajari.
Manfaat dari pembelajan luring itu sendiri yaitu selain memudahkan murid dalam belajar dan memahami materi juga diharapkan menjadikan murid lebih aktif dan guru akan lebih mudah mengetahui kemampuan belajar yang dimiliki oleh murid.
Menurut salah satu guru, Rahmad sukmana S.Pd mengatakan, bahwa “ketika pembelajaran daring kendala yang dimiliki oleh murid serta orang tua sangatlah banyak seperti siswa tidak memahami materi, mereka hanya berpacu pada tugas yang diberikan oleh guru tersebut dan tugas tersebut dikerjakan oleh orang tua serta mereka juga berpacu pada internet saja sehingga mereka malas untuk membuka buku, hingga sampai mengalami penurunan prestasi, siswa mala lebih banyak bermain ketimbang belajar, bahkan mereka terkesan sulit di bimbing oleh orang tua. Sepertinya handphone hanya digunakan untuk bermain saja bukan belajar,” Ungkapnya.
“Kami mahasiswa KKN PPDC_11 berinisiatif untuk membuka bimbel bagi siswa yang mau ikut berpartisipasi karena dengan adanya bimbel tersebut siswa akan mengetahui materinya bukan hanya tugas, dan kami juga memberikan motivasi agar siswa tersebut lebih semangat belajar, sebagai mana kita ketahui akibat dari adanya pembelajaran daring kemampuan siswa banyak yang menurun bahkan semangat belajar mereka juga semakin menurun,” ujar salah satu perwakilan kelompok KKN tersebut.
Mereka berharap Semoga dengan adanya bimbel tersebut siswa jadi bersemangat lagi dalam belajar setelah 2 tahun melakukan pembelajaran daring. Agar tidak terlalu monoton dalam belajar disela-sela proses pembelajaran mereka melakukan ice breaking guna siswa tidak cepat bosan dalam belajar. (Chabib)


