Konsep Karakter Kerja Keras berdasarkan Tafsir Al-Maraghi

Penulis : Amin, S.H.I.

Konsep Karakter Kerja Keras berdasarkan Tafsir Al-Maraghi (Studi Kata عَمِلَ dalam Surat Saba’)

*Takwa *Bersungguh- sungguh *Tidak mudah menyerah *Patuh *Kreatif *Syuku

*Tanggung Jawab *Niat yang Ikhlas *Tujuan yang Baik

Setelah dilihat penafsiran Al-Maraghi dalam surat Saba’ untuk memperoleh data terkait konsep kerja keras dengan term عَمِلَ , maka dilakukan analisa mengenai penafsiran tersebut dan diperoleh tema-tema terhadap penafsiran yang tertuang di dalam kitab Tafsirnya, maka secara keseluruhan konsep kerja keras tersebut dirangkum sebagai berikut:

  1. Konsep kerja keras berdasarkan penafsiran Al-Maraghi tentang ayat-ayat dengan term عَمِلَ dalam surat Saba’ adalah diawali dengan niat yang ikhlas karena Allah Swt Setiap pekerjaan apapun dengan profesi apapun haruslah berlandaskan niat karena Allah Swt
  2. Kerja keras yang baik juga harus memiliki tujuan dan orientasi yang baik. Pekerjaan yang dilakukan dengan tujuan yang salah akan memberikan hasil yang buruk bagi pelakunya.
  3. Takwa termasuk bagian pokok dalam konsep kerja keras. Kerja keras yang baik tidak hanya diawali dengan niat yang ikhlas dan diakhiri dengan tujuan yang baik, akan tetapi dalam pelaksanaannya harus senantiasa menghadirkan Allah Swt, dalam bentuk ketakwaan, melakukan semua yang diperintahkan oleh Allah Swt, dan menjauhi segala larangan-Nya.
  4. Mensyukuri setiap pekerjaan apapun yang didapatkan. Apapun bentuk pekerjaan yang digeluti haruslah disyukuri, karena pekerjaan merupakan di antara nikmat yang diberikan Allah Swt kepada hambaNya.
  5. Konsep kerja keras selanjutnya adalah melakukan perkerjaan tersebut dengan sungguh-sungguh. Pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang maksimal.
  6. Selanjutnya adalah tidak mudah menyerah. Di dalam pekerjaan sering kali seseorang mendapatkan hambatan-hambatan dan kesulitan-kesulitan. Dalam hal ini, maka seseorang dianjurkan untuk tidak mudah menyerah, karena Allah Swt akan memberikan jalan bagi hambaNya yang mau bersabar, berjuang dan tidak menyerah dengan ujian dan cobaan yang diberikan.
  7. Untuk dapat terlaksananya pekerjaan dengan baik, seseorang harus patuh kepada atasannya. Selain patuh kepada atasan, seseorang juga harus patuh kepada aturan-aturan yang telah dibuat dan disepakati bersama pada lembaga atau instansi tempat ia bernaung.
  8. Selanjutnya adalah kreatif. Dalam konsep kerja keras yang tertuang di dalam TafsirAl-Maraghi, seseorang dituntut untuk kreatif dalam setiap pekerjaannya. Tidak hanya mengikuti apa yang telah ada, akan tetapi mampu memberikan kreasi-kreasi, ide-ide, konsep-konsep, cara-cara yang baru.
  9. Sikap tanggung jawab juga tidak kalah penting menjadi bagian dari konsep kerja keras berdasarkan Tafsir Al-Maraghi terhadap kata ‘amiladalam surat saba’. Seseorang dalam melakukan sebuah pekerjaan dituntut harus bertanggung jawab terhadap segala yang terjadi akibat pekerjaan yang dilakukannya.
  • Awal – Niat Yang Ikhlas – Bersyukur.
  • Proses – Taqwa – Patuh – Bersunguh sunguh – Pantang menyerah – Kreatif – Bertangung jawab.
  • Hasil – Tujun Yang Baik – Bersyukur.  

Dari proses di atas dapat dilihat bahwa konsep karakter kerja keras berdasarkan Tafsir Al-Maraghi dapat diklasifikasikan dalam tiga tahapan.

Petama, Tahap awal yang dimulai dengan niat yang ikhlas karena Allah, serta rasa syukur dengan pekerjaan yang dikerjakan.

Kedua, Tahapproses yang meliputi rasa takwa kepada Allah, patuh terhadap atasan dan aturan yang berlaku, bersungguh-sungguh, pantang menyerah, kreatif, dan bersyukur dalam menjalani proses tersebut.

Ketiga, Tahaphasil yang meliputi dan memiliki tujuan yang baik dan pada akhirnya juga diiringi dengan rasa syukur terhadap hasil yang diperoleh.

Jika di analisa dan dipelajari lebih jauh antara konsep dan teori karakter kerja keras menurut teori pendidikan karakter dibawah naungan Kemnterian pendidikanNasional, yang menyimpulkan bahwa indikator kerja keras adalah “sebatas” menciptakan suasana kompetisi, mengerjakan sesuatu dengan kesungguhan hati, tidak putus asa, pantang menyerah, meyelesaikan tugas dengan sebaik-baik saja, dengan konsep karkater kerja keras berdasarkan Tafsir Al-Maraghi, ternyata hasilnya jauh lebih utuh dan komprehensif serta mendalam, yang mencakup tiga tahapan penting mulai dari tahap awal yang mengandung niat ikhlas dan rasa syukur, tahap proses yang mengandung rasa takwa, patuh, kesungguhan hati, pantang menyerah, kreatif dan bertanggung jawab, hingga tahap hasil yang mengandung tujuan yang baik dan rasa syukur terhadap apa yang telah dikerjakan.

Hal ini tentu dikarenakan konsep yang digali oleh penulis berdasarkan Tafsir Al-Maraghi yang merujuk kepada al-Qur’an. Karena al-Qur’ana adalah merupakan sumber utama segala bentuk pendidikan. Hasil dari analisa terhadap konsep kerja keras berdasarkan kajian Tafsir ini diharapkan menjadi masukan dan penyempurna bagi konsep dan teori karakter kerja keras menurut teori pendidikan karakter.

* Guru Fiqih di MTs Modern Arafah Sungai Penuh