SUKARAJA. Mbah Jum yang merupakan salah satu warga asli Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, kami sebagai Mahasiswa KKN PPDC18 kali ini pendapat sebuah pengalaman sekaligus pelajaran baru yaitu membantu memproduksi keripik sukun sebagai upaya menambah pendapatan keluarga Mbah Jum, memang ibu-ibu rumah tangga di Desa Sukaraja sudah lama menggeluti usaha pembuatan keripik sukun, tak terkecuali Mbah Jum, beliau telah menggeluti usaha pembuatan keripik sukun sejak 6 tahun yang lalu.
Dan kali kami sebagai mahasiswa KKN PPDC18 turut membantu Mbah Jum dalam memproduksi keripik sukun dengan menghadirkan inovasi yang berbeda, yaitu membuat keripik sukun dengan berbagai macam rasa. Sebab biasanya Mbah Jum hanya memproduksi keripik sukun dengan rasa original saja, namun sekarang dengan adanya inovasi dari kami kini keripik Mbah Jum hadir dengan berbagai rasa, mulai dari original, balado sampai rasa jagung.
Adapun bahan untuk menghasilkan keripik sukun sukun yang tidak hanya mempunyai variasi rasa saja, namun juga mampu membuat kebiasaan ngemil anda semakin bertambah, yaitu, sukun sebagai bahan utama, minyak, garam, penyedap rasa, bubuk balado untuk membuat keripik rasa balado, dan adapun bubuk jagung untuk membuat keripik rasa jagung. Lalu untuk proses pembuatannya sendiri adalah sebagai berikut, Sukun yang sudah dikupas lalu diiris setipis mungkin kemudian dimasukkan kedalam air yang sudah tercampur dengan garam dan penyedap rasa, lalu digoreng hingga keripik sukun menghasilkan warna kuning keemasan. Untuk menciptakan keripik sukun rasa balado, cukup kita taburi keripik sukun tersebut dengan bubuk balado. Begitu juga dengan rasa jagung cukup kita taburi keripik sukun dengan bubuk jagung.
Selain membantu memproduksinya, kami mahasiswa KKN STKIP Nurul Huda Sukaraja yang merupakan sebuah perguruan tinggi terbesar di Kabupaten OKU Timur juga ikut andil dalam membantu pemasaran keripik sukun Mbah Jum, dengan cara online baik melalui aplikasi WhatsApp, Instragram, maupun Facebook. Selain secara online, mereka juga memasarkan keripik Mbah Jum dengan cara offline, yaitu dengan cara menitipkan di warung-warung atau menjualnya ke pasar setempat.
Dengan hadirnya kami sepertinya Mbah Jum merasa sangat senang, karenakami membantu beliau dalam mempoduksi danmemasarkan kripik sukun beliau, apalagi dengan kami membantu beliau dalam inovasi baru untuk menghasilkan aneka rasa keripik sukun, serta membantu pemasaran yang lebih luas ditambah lagi menurut Mbah Jum bahwa beliau bisa sedikit terbantu dalam hal beban ekonomi hingga sampai beliau mampu mendapatkan pelanggan yang lumayan banyak.
Harapan kami kedepan semoga usaha keripik Mbah Jum semakin sukses, dan semoga kami mampu mengambil pelajaran yang berharga ini sebagai modal kami melangkah setelah usai kuliah nanti, Aamiin.




