
Sahabat Rakyat Komering. Com – Suku Kumoring atau Komering (Surat Ulu: ꤼꥈꤰꥈ ꤰꥋꤸꥉꤽꥇꥏ, Jawi: سوكو كومريڠ) adalah salah satu suku bangsa pribumi Sumatera Selatan yang mendiami sepanjang aliran sungai Komering, Suku Komering banyak dijumpai di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
Alasan saya ingin menceritakan keunikan suku Komering, karena saya sendiri terlahir dari keturunan suku Komering yang masih belum banyak diketahui orang, ibu saya sendiri asli keturunan suku Komering yang bertempat tinggal di Ogan Komering ulu Timur
Orang yang bersuku Komering ini sendiri banyak sekali bertebaran diseluruh daerah Sumatra Selatan, dan termasuk suku terbesar yang ada di Sumatera Selatan.
Suku Komering mayoritas terdapat sebagian besar berada di :
Kabupaten Ogan Komering Ilir (57 %)
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (59%)
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (55 %) dan
sisanya berada di Kota Palembang (10 %).
Lewat artikel ini saya akan menceritakan beberapa keunikan dari suku komering, semoga teman-teman yang membaca bisa mengetahui lebih dalam apa saja keunikan dari suku komering.
1. Leluhurnya dari Tiongkok selatan
Menurut beberapa artikel yang saya baca, bahwa leluhur orang Komering berasal dari Tiongkok selatan, Tiongkok selatan sendiri meliputi daerah-daerah hongkong, Makau, Hainan, Guangxi Zhuang dan Guangdong.
Itulah yang menjadi alasan utama kenapa orang Komering banyak memiliki mata sipit seperti halnya orang China, jika dilihat dari segi fisik orang Komering dikategorikan sebagai ras Mongoloid, walaupun banyak sekali perdebatan yang mengatakan bahwa suku komering bukan berasal dari Tiongkok selatan, tetapi fisik orang-orang Komering bisa menguatkan teori bahwa mereka berasal dari Tiongkok selatan, karena dari segi fisik mereka benar-benar mirip dengan orang-orang Tiongkok selatan
bahkan saya sendiri juga sering sekali dikatakan mirip dengan orang cina, beberapa kali juga saya dikatakan oleh orang-orang yang bahkan baru pertama kali melihat saya bahwa saya mirip dengan orang cina.
2. Orangnya banyak yang berkulit putih
Didaerah tempat saya tinggal rata-rata terdiri dari orang Komering, ternyata untuk mengetahui mereka berasal dari suku komering tidak hanya diliat dari matanya yang sipit tetapi juga biasanya dilihat dari warna kulitnya, iya benar, orang Komering sangat mudah dikenali karena warna kulit mereka yang cenderung lebih putih dari kebanyakan suku lain, dan hal ini juga sudah banyak diakui orang-orang bahkan yang bukan dari suku komering itu sendiri
3. Tarian dan Musik Tradisional yang Memukau
Tarian-tarian tradisional seperti Sebimbing Sekundang dan musik gendang Melayu masih menjadi hiburan yang populer dalam acara budaya dan upacara adat.
Penampilan tarian dan musik ini memperlihatkan semangat kehidupan yang kuat dalam budaya Komering.
Tari ini di ciptakan pada tahun 1971 oleh seorang koreografer yang bernama alm. Drs. Kusni Karana dan narasumber gerakan oleh H. Ibnu Hajar, B.A.
4. Pakaian Adatnya yang Mempesona
Pakaian adat Komering, seperti baju kurung dan songket, masih digunakan dalam upacara adat dan perayaan penting, menjadikan penampilan mereka selalu istimewa.
Jenis pakaian suku Komering ada 2, yaitu esan Gede/Penganggon dan Paksangko, Baju adat ini terdiri atas baju kurung yang bermotif detil bunga bintang keemasan yang disempurnakan dengan tengkupan terate dada
5. Bahasanya sulit dipahami/dimengerti
Menurut pendapat saya pribadi, bahasa Komering adalah salah satu bahasa yang paling sulit dimengerti, bahkan saya sendiri yang memiliki keturunan asli suku Komering pun tidak bisa berbicara bahasa komering
Sering sekali saya diajak berkunjung kerumah kerabat yang asli orang Komering, disitu saya hanya diam karena mereka semua berbahasa Komering, jika ditanya atau diajak mengobrol saya hanya bisa menjawab menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Palembang karena memang dirumah saya menggunakan bahasa sehari-hari yaitu bahasa Palembang, walaupun ibu saya asli keturunan orang Komering tetapi bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Palembang.
6. Nada bicaranya seperti orang yang sedang marah
Banyak sekali yang mengatakan bahwa nada bicara orang Komering seperti orang yang sedang marah, nada bicara yang tinggi dan agak sedikit ngegas, membuat siapapun yang mendengarnya menjadi terheran-heran
Bisa kita lihat sendiri bahwa nada bicara orang Palembang juga tinggi, tetapi menurut saya nada bicara orang Komering lebih sedikit tinggi lagi, walau begitu mereka sedang tidak marah, itu memang sudah menjadi kebiasaan, nada bicaranya saja yang terlihat seperti orang yang sedang marah padahal aslinya tidak
7. Orang Komering mudah tersinggung dan cenderung mudah marah
Kebanyakan orang Komering memiliki sifat yang mudah tersinggung dan cepat marah, hal tersebutlah yang menimbulkan sering terjadinya konflik dalam masyarakat dan banyaknya kesalahpahaman yang timbul, hal tersebut juga yang menimbulkan pemahaman yang buruk mengenai suku Komering, Bahkan banyak orang-orang yang tidak ingin berurusan panjang lebar dengan orang suku Komering
8. Kuliner khas suku komering
Suku Komering juga memiliki kuliner khas suku mereka yang tidak kalah enak dengan suku lainnya, yaitu:
•Pepes tempoyak
Pepes tempoyak adalah salah satu kuliner khas suku Komering, makanan ini sangat familiar dan bisa ditemui dibanyak tempat makan yang ada didaerah oku, oki, maupun okut
•Sambal Ranggam
Sambal Ranggam juga merupakan salah satu kuliner khas suku komering yang dikenal dengan namanya yaitu sambal jok-jok, disebut sambal Ranggam karena sambal ini berbahan dasar Ranggam yakni tomat kecil yang dipadukan dengan terasi
Nah, itulah tadi salah satu dari banyaknya keunikan suku komering yang selama ini mungkin belum teman-teman ketahui, semoga dengan membaca artikel yang saya buat ini, membuat kalian menjadi tau apa saja keunikan dari suku Komering dan membuat kalian menjadi lebih mencintai suku komering. (Reva)

