Utuk Dukung PTM, Pemprov Sumsel Upayakan Vaksinasi Remaja Terpenuhi

Sumatera Selatan – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya memenuhi kebutuhan vaksinasi COVID-19 khusus kalangan remaja usia sekolah untuk mendukung pembelajaran tatap muka di tengah pandemi.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Senin, mengatakan vaksinasi COVID-19 penting guna menunjang kenyamanan PTM.

Oleh karena itu, katanya, vaksinasi untuk mereka mesti diselesaikan menyeluruh, tidak hanya tenaga pendidik atau guru namun juga siswa.

“Akan alokasikan vaksin untuk siswa,” kata dia.

Dia menjelaskan mengacu pada data Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, vaksinasi guru tercatat hampir rampung, mencapai 85 persen dari total delapan ribu guru yang dua kali dosis vaksin.

Untuk sasaran vaksinasi siswa yang masuk dalam kategori remaja baru 3,48 persen atau 29.474 orang untuk dosis pertama dan 20.041 untuk dosis kedua atau 2,37 persen dari total 846.683 orang sasaran per 28 Agustus 2021.

“Saya akan lobi pemerintah pusat bila perlu beli vaksin secara mandiri,” ujarnya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Yusri menjelaskan vaksinasi siswa sekolah sasarannya termasuk dalam kategori remaja.

Ia menyebut mekanisme vaksinasi untuk mereka tidak rumit. Pihak sekolah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk pelaksanaan vaksinasi bagi siswa.

“Untuk vaksinnya sama dengan sasaran lain,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nuraini mengatakan menargetkan akhir 2021 atau awal 2022 vaksinasi dapat dilakukan kepada seluruh sasaran.

“Dengan harapan pemerintah pusat mendukung dengan suplai vaksin yang cukup, yang kita perlukan 13 juta dosis yang sudah kita terima baru 2,3 jutaan dosis,” katanya.

Capaian vaksinasi dosis pertama di Sumsel yaitu 55.027 tenaga kesehatan, 105.089 lansia, 805.552 petugas publik, 295.747 masyarakat rentan dan umum, 29.474 remaja, 16.382 orang gotong royong, 382 ibu hamil, dan 312 disabilitas.

Vaksinasi dosis kedua SDM Kesehatan 50.427 orang, lansia 78.202 orang, petugas publik 514.393 orang, masyarakat rentan dan umum 153.150 orang, remaja 20.041 orang, gotong royong 7.166 orang, dan vaksinasi ibu hamil dan disabilitas masih nol, sedangkan vaksinasi ketiga untuk SDM kesehatan telah mencapai 24.505 orang.

Ia mengungkapkan kemampuan Sumsel dalam melakukan vaksinasi dibantu oleh 456 faskes dan 3.300 vaksinator yang sudah dilatih. Penyuntikan vaksin dilakukan di seluruh faskes atau dilakukan melalui pelaksanaan di sentra-sentra vaksinasi (massal).

Hingga saat ini total vaksin yang terserap di Sumsel 2.155.866 dosis atau 93,7 persen dari total vaksin yang diterima dari pemerintah pusat 2.385.880 dosis. Sisanya, 153.064 dosis vaksin belum terserap di fasilitas kesehatan.

Vaksin yang telah didistribusikan 2.308.930 dosis, sedangkan vaksin yang masih ada di gudang 156.650 dosis.

Terbatasnya jumlah vaksin membuat banyak masyarakat yang hendak mengikuti program imunisasi harus rela bersabar. Hal ini karena jumlah pendaftar vaksinasi lebih banyak dibandingkan dengan stok vaksin.

“Diimbau masyarakat tetap lakukan prokes dengan penuh kesadaran khususnya pakai masker dan hindari berkerumun. Selain itu, jaga imunitas tubuh dengan terapkan PHBS dan minum vitamin,” katanya. (Ant)