Sektor Pertanian Jadi Ikon Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Sumatera Selatan – Sektor pertanian menjadi ikon pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan, di mana salah satu indikatornya yakni mulai membaiknya siklus ekspor komoditas bahan pangan yang berujung pada meningkatnya nilai tukar petani (NTP) sekitar 0,95 persen per Agustus 2021.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Sabtu, mengatakan, membaiknya siklus ekspor tersebut ditandai dalam merdeka ekspor Indonesia ada 8,980 ton komoditas pertanian senilai Rp138 miliar sudah diekspor keempat negara di benua Asia dan Eropa.

Jumlah tersebut dicapai dalam kurun waktu sepekan terhitung sejak 9-14 Agustus 2021 dengan komoditas pertanian unggulan Sumsel diekspor yaitu karet, kelapa, RBP Palm Olein, kayu olahan, dan macam olahan kelapa.

Masing-masing dari hasil perkebunan yang berada di Kota Palembang, Lubuklinggau, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Banyuasin, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Ogan Ilir.

“Di saat pandemi ekonomi Sumsel dapat tumbuh 5,71 persen dorongan yang kuat itu dari pertanian-perkebunan, karena semua (pemerintah, masyarakat dan swasta) tetap produktif,” kata dia.

Menurutnya, dampak positif yang dari membaiknya ekspor tersebut juga signifikan berdampak dengan kesejahteraan petani.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik Sumatera Selatan per Juli 2021 naik sebesar 107,90 atau naik sebesar 0,95 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh indeks harga yang diterima petani (lt) yang mengalami kenaikan sebesar 0,98 persen dengan rata-rata pengeluaran petani hanya 0,04 persen.

“Mengapa demikian karena juga dipengaruhi oleh kenaikan pada subsektor hortikultura sebesar 1,66 persen, perkebunan 1,53 persen,” ujarnya.

Kenaikan tersebut akan semakin maksimal apabila pemerintah pusat dapat mempercepat hilirisasi, seperti misalnya, pembangunan pelabuhan samudera yang representatif, mempersiapkan pembangunan industri pengolahan, dan mempersiapkan target pasar.

“Sumsel sudah dikenal unggul dari Karet kelapa sawit, beras, bahkan beberapa saat lagi komoditi porang. Bila semua rencana hilirisasi sesuai dengan rencana awal Sumsel akan sejajar dengan provinsi maju lainnya,” jelasnya.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam siaran virtualnya, Sabtu, mengatakan, kegiatan ekspor komoditas pangan serentak nasional akan secara berkelanjutan menyusul kesuksesan dalam sepekan ada sebanyak 17 provinsi pintu ekspor yang sudah berhasil merealisasikan Rp7,2 triliun.

“Dalam momentum satu pekan bisa begitu apalagi kalau dalam satu bulan akan lebih besar. Diproyeksikan bulan pertama meningkat 40 persen di atas Rp200 triliun,” kata dia.

Maka dari itu, ia mengajak semua kepala daerah untuk tetap konsisten mengawal hulu-hilir pertanian-perkebunan di wilayah mereka masing-masing. (Ant)