
Sahabat Rakyat Komering.Com – Petani Warga Belitang, Sumatra Selatan – di Desa Bangsa Negara merasa sedih. Mereka terpaksa menjual jagung kering pada pengumpul (pengusaha) karna mereka tak punya pilihan lagi.
Turun nya harga jagung dibulan april 2024 saat ini membuat petani sangat rugi, karna turun nya harga jagung saat ini beda jauh dengan harga jagung dibulan Januari sampai Maret. “Dibulan Januari sampai Maret harga jagung kering masih Rp 4.200 per kilogram dengan ketentuan suhu keringnya 12% sedangkan jika dijual basah dengan harga Rp 2.700 per kilogram nya ,dan dibulan Maret harga jagung anjlok menjadi Rp 3.800 per kilogram dan jagung basah Rp 1.900 per kilogram”.
Keuntungan bagi peternak unggas adalah turunnya harga jagung yang merupakan bahan utama pakan unggas. Namun jatuhnya harga jagung juga membawa kerugian bagi petani jagung karena tidak sebanding dengan modal yang digunakan.
Akibat turun nya harga jagung kering membuat semua petani merasa banyak rugi. Kata bapak Giyono (42) mengatakan “kami terpaksa menjual jagung kering dengan harga Rp 3.800 per kilogram nya,sebagai petani jagung sangat merasakan rugi besar jika dihitung-hitung modal dan pendapatan nya tidak lah menguntungkan. Menurutnya, modal awal yang dihabiskan untuk pengelolahan lahan,bibit,pupuk,dan perawatan lainnya menghabiskan kurang lebih dari Rp 3juta ¼ hektar, dari lahan tersebut hanya bisa mendapatkan kurang lebih 1 ton belum lagi jika terkena hama.Minggu (21 April 2024).
Ironisnya, kondisi itu terjadi karna faktor musim panen raya tiba dan banyaknya panen jagung bersamaan dari daerah lainnya, sehingga membuat petani rugi. Tetapi meskipun merugi beliau tetap merasa bersyukur karna masih bisa panen dan bisa mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan dan bisa untuk modal kedepanya.
Bapak giyono menjelaskan, bahwa harga jagung yang berlaku pada tahun ini sangat jauh dari harapan. Panen tahun lalu, harga jagung kering dihargai Rp 6 ribu per kilogra. Sehingga bapak Giyono bisa mendapatkan keuntungan saat panen tahun 2023 mencapai sekitar Rp 7 jutaan. “Tahun ini benar benar diluar prediksi, karena harganya sangat jauh dan setiap bulan harga terus menurun sehingga kami merugi” katanya.
Petani lainnya Rangga (26) warga bangsa negara juga menjelaskan, saya juga memiliki lahan jagung yang tidak lama lagi akan siap panen, tetapi saya memilih untuk menunggu akan bulan depan apakah harga jagung bisa meningkat agar mendapatkan sedikit keuntungan, ujarnya.
Dari situasi ini tentu saja sangat menimbulkan keprihatinan yang sangat mendalam bagi masyarakat di desa bangsa negara bk 10. Para petani berharap ada solusi segera yang dapat mengatasi permasalahan ini, sehingga para petani tidak lagi harus menderita kerugian akibat harga jagung yang terus menurun. (Pingki Lestari)

