
OKU Timur- Sebagai modal dan payung pencegahan dari berbagai macam penyakit yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan jamaah calon haji, Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur Bekali jamaah dengan ilmu pengetahuan tentang kesehatan. Pada Kamis, (26/05/2022).
Pembekalan tersebut diikuti oleh ratusan peserta calon jamaah yang berasal dari delapan kecamatan di Kabupaten OKU Timur.
Kegiatan bimbingan tentang kesehatan itu merupakan bagian dari pada agenda manasik yang diadakan Kementrian Agama Kabupaten OKU Timur, yaitu untuk zona satu. Dalam hal ini diketuai oleh Drs. H.M. Tasdiq, M.Pd.I., yang juga selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur. Manasik tersebut digelar di Masjid Jami’ Nurul Huda Sukaraja, Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.
“Mudah-mudahan setelah pelaksanaan manasik haji, dalam pelaksanaan ibadah hajinya jamaah tidak mengalami kesulitan saat pemberangkatan, saat di arab saudi serta kembali lagi ke Indonesia dengan predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.
Ia juga berharap agar para jamaah mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari niat diperbaiki hanya untuk mengharapkan ridho Allah sampai masalah kesehatan. Artinya jamaah agar siap lahir dan batin, supaya ibadah yang dijalankan nantinya berkah dan menghasilkan haji yang mabrur.
Dalam acara pembekalan itu diisi oleh Dr.Lili Suci Adianti atau sebagai orang yang diamanahi untuk menjadi pemateri dari pihak dinas kesehatan OKU Timur.
” Untuk jamaah haji jangan lupa supaya senantiasa mempersiapkannya diri, membekali diri dengan pengetahuan tentang kesehatan, seperti menjaga pola makan, mempersiapkan obat-obatan tertentu, misalnya minyak kayu putih Bodrex dan sebagainya. Dan juga harus pakai masker, sebab ditanah suci itu kita akan bertemu dengan banyak orang yang mempunyai adat dan kebiasaan beranekaragam,” ungkapnya.
Ia juga menyarankan agar jamaah supaya rutin melaksanakan olahraga, seperti jalan santai. Serta makan makanan yang sehat seperti makanan yang banyak mengandung karbohidrat, lauk pauk, sayuran, buah-buahan yang banyak mengandung cairan, dan minum susu. Atau makanan yang rendah lemak dan rendah kolesterol.
Lebih lanjut ia juga meminta peserta yang ikut bimbingan untuk mencatat semua apa aja obat-obatan yang diperlukan, nanti sebelum pemberangkatan pihak dinas akan membantu mempersiapkannya.
Lalu ia juga menambahkan agar peserta calon haji untuk tidak menunda-nunda makannya apabila sudah berada di Arab, jadi ia minta jangan sampai makanan yang seharusnya dimakan pagi mala dimakan siang, atau yang siang malah dimakan sore, hal itu nanti takutnya dapat mengurangi kualitas kesehatan makanan itu bahkan mungkin saja basih. Itu juga menurutnya walaupun tidak sampai basih namun masih bisa menyebabkan munculnya diare atau bahkan demam.
“Ketika nanti disana jamaah harus menghindari segala macam aktivitas yang tidak perlu, laksanakan ibadah sunah sesuai dengan kondisi, lindungi tubuh dari cuaca dingin atau panas, gunakan belembab untuk kulit dan kaki, serta pakai lipstik bold untuk menjaga kelembaban bibir,” ucapnya kepada peserta bimbingan
Sementara untuk jamaah yang mempunyai penyakit mimisan dapat dicegah dengan cara dikompres menggunakan es atau kain yang lembut. Tetapi jika ada es bisa juga dengan banyak minum es atau bahkan mengunyah batu es tersebut. Itu dilakukan untuk memberhentikan pembuluh darah yang mimisan.
Selanjutnya yang dapat dilakukan oleh jamaah untuk mencegah dari berbagai macam gangguan penyakit yaitu dengan mengkonsumsi IMUNOS, yaitu merupakan suplemen yang digunakan untuk meningkatkan kerja sistem imun dan membantu memelihara kesehatan tubuh jamaah.
Namun sebagai modal utama yang tidak boleh ketinggalan untuk dipersiapkan para peserta, yaitu membawa berbagai macam suplemen kesehatan terutama yang biasa digunakan ketika mereka di Indonesia, dan salah satunya suplemen pencegahan atau mengobati penyakit batuk dan Flu. Mengingat penyakit ini sangat akrab bagi orang Indonesia. (Yandi)


