
Sahabat Rakyat Komering.Com – Generasi Z merupakan generasi pertama yang sejak dini sudah terpapar oleh teknologi. Teknologi-teknologi tersebut berupa komputer atau media elektronik lainnya seperti telepon seluler, jaringan internet, bahkan aplikasi media sosial. Pemaparan teknologi sejak dini dan kemudahan dalam mendapatkan informasi merupakan sebuah perkembangan dalam membentuk Generasi Z.
Media koran, radio, dan berita di televisi merupakan cara konvensional dalam memeroleh informasi. Adanya perkembangan internet yang menghasilkan media sosial membuat cara-cara konvensional tersebut tergeserkan dengan cara yang lebih mudah diakses yakni dengan menggunakan media sosial. Salah satu media sosial yang sedang hangat dibicarakan dan paling banyak digunakan oleh Gen Z adalah TikTok. Aplikasi tiktok ini menjadi salah satu cara Gen Z untuk dapat mengekspresikan dirinya di depan publik.
Aplikasi yang berasal dari China itu akhir-akhir ini mulai sangat diminati oleh kebanyakan anak-anak Gen Z zaman sekarang, bahkan rata-rata masyarakat Indonesia pun juga ikut menggemarinya karena aplikasi TikTok ini mempunyai berbagai fitur. Fitur yang terdapat di dalam TikTok antara lain mencakup sebagai hiburan, digital marketing, informasi, dan lain sebagainya.
Tak hanya kaum generasi Z saja yang menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini berhasil menarik perhatian dari masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai kalangan dan usia. Pengguna aplikasi ini di Indonesia bukan hanya berasal dari kalangan yang biasa-biasa saja. Saat ini pun bahkan para youtuber, artis, selebgram, dan bahkan influencer pun mulai ikut meramaikan untuk memainkan dan membuat video sekreatif mungkin dengan TikTok mereka, mulai dari menggunakan tiktok untuk memperbanyak konten hingga untuk mengasah kreativitas mereka.
Namun ada beberapa damapak yang dapat ditimbulkan oleh aplikasi tiktok ini terhadap perilaku dan karakter anak Gen Z zaman sekarang ini. Berikut ini akan dijelaskan damapak baik dan damapak buruk dalam penggunaan aplikasi tiktok.
Dampak dari aplikasi TikTok terhadap perilaku dan karakter anak bisa menjadi topik yang kontroversial. Pada sisi positif, penggunaan TikTok dapat meningkatkan kreativitas anak. Mereka dapat belajar membuat video, mengedit, dan menambahkan efek kreatif, yang dapat merangsang imajinasi dan keterampilan kreatif mereka. TikTok juga dapat memberikan kesempatan untuk berbagi karya seni atau kreativitas mereka dengan orang lain, sehingga meningkatkan rasa percaya diri dan pengakuan sosial.
Namun, pada sisi negatif penggunaan TikTok juga dapat memiliki dampak buruk pada perilaku dan karakter anak zaman sekarang ini. Pertama, TikTok dapat mempengaruhi pola tidur anak karena seringnya mereka menghabiskan waktu berjam-jam menonton video di malam hari, mengakibatkan kurang tidur dan penurunan kualitas tidur. Kedua, TikTok dapat mengakibatkan penggunaan waktu yang berlebihan, mengganggu konsentrasi saat belajar dan aktivitas sehari-hari lainnya, seperti bermain di luar rumah dan berinteraksi sosial dengan teman-teman mereka. Ketiga, konten yang tidak sesuai dengan usia di TikTok, seperti konten vulgar atau kekerasan, dapat mempengaruhi perilaku anak jaman sekarang serta dapat mempengaruhi nilai-nilai dan moral mereka. Selain itu, TikTok juga dapat mempengaruhi karakter anak generasi sekarang.
Penggunaan TikTok yang berlebihan dapat mengakibatkan siswa menjadi kurang sabar, menginginkan gratifikasi instan, dan mengalami kecanduan media sosial. TikTok juga dapat mempengaruhi sikap dan perilaku sosial anak, seperti kurangnya interaksi langsung dengan teman-teman mereka, pengurangan keterampilan komunikasi tatap muka, dan pengaruh dari konten yang kurang sesuai dengan nilai-nilai sosial dan budaya.
Oleh karena itu, penting bagi para orang tua dan pendidik untuk memahami pengaruh aplikasi TikTok terhadap perilaku dan karakter anak jaman sekarang, serta mengambil langkah-langkah untuk mengelola penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab dari aplikasi ini. Dukungan dan pengawasan yang tepat dari orang tua dan guru dalam mengatur waktu penggunaan TikTok, mengawasi konten yang dikonsumsi, dan membantu anak dalam mengembangkan pemahaman yang sehat tentang dampak media sosial pada perilaku dan karakter mereka, serta dapat membantu mengurangi dampak negatif yang ada pada Tiktok dan juga dapat meningkatkan dampak positif dari Tiktok itu sendiri.(Jihan)

