
YULI YADI Penulis7-juli-2024
E-mail, yuliyadi956@gmail.com
Abstrak
Masa remaja adalah masa penjajakan atau pencarian jati diri. Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Remaja juga adalah aset masa depan suatu bangsa. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya terutama bagi dirinya sendiri. Banyak hal yang sudah terjadi pada diri remaja, seperti narkoba dan genk motor.
Hal ini merupakan masalah yang sudah tidak asing lagi. Kenakalan remaja sungguh sangat memperihatinkan karena meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Untuk mengatasinya maka sangat diperlukan bimbingan dari orang tua dan juga lingkungan serta Gereja untuk menjadi penentu bagi perkembangan remaja tersebut.
I. PENDAHULUAN
Kenakalan remaja, seperti vandalisme dan tawuran sudah banyak dijumpai di lingkungan masyarakat (Sujatmika, 2020). Hal ini menandakan bahwa nilai budaya bangsa yang dimiliki remaja telah luntur sehingga aksi-aksi kenakalan remaja dapat merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara karena remaja merupakan aset berharga dari bangsa dan negara.
Kenakalan remaja juga menjadi salah satu tindakan yang melanggar moral dan etika Kristen sehingga moral dan etika mengalami krisis atau degradasi. Moral berasal dari bahasa latin, yakni mores yang berarti adat kebiasaan.
Dalam bahasa Indonesia, moral diartikan sebagai susila. Sedangkan kata etika berasal dari kata ethos berarti kebiasaan namun etika tidak hanya berurusan dengan segi lahiriah, tetapi juga berurusan dengan segi batiniah seperti sikap dan karakter. Etika Kristen sendiri sebagai ilmu mempunyai fungsi dan misi yang khusus dalam hidup manusia yakni petunjuk dan penuntun tentang bagaimana manusia sebagai pribadi untuk bisa mengambil keputusan tentang apa yang seharusnya berdasar kehendak dan firman Tuhan.Salah satu contoh kenakalan remaja ialah penyimpangan seks yang menjadi bagian dalam pergaulan bebas dan pergaulan bebas sendiri termasuk dalam dosa seksual.
Tentang pergaulan bebas sendiri sebenarnya terdapat dalam 1 Tesalonika 4:3 “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan” dan dalam 1 Tesalonika 4:7 “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus”. Dari kutipan ayat tersebut, sudah jelas bahwa ada larangan-larangan yang berkaitan dengan moral dan etika kristiani.
Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pengembangan Bisnis Manajemen (STIE PBM) Jakarta Dr Rita Zahara mengatakan, kenakalan remaja merupakan sebuah fenomena sosial yang seringkali ditemui pada kalangan pelajar. Bentuk kenakalan remaja berkaitan dengan sikap menyimpang yang dilakukan baik di sekolah, rumah, atau lingkungan masyarakat. “Kenakalan remaja bukan hanya sekedar kejahilan semata, namun menjadi masalah serius yang dihadapi di tengah masyarakat. Kenakalan remaja ini bertentangan dengan hukum. Kenakalan remaja ini biasanya merupakan tanda dari remaja yang ingin diperhatikan,” ujar Rita, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3/2023).
2. Pengertian Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah perbuatan anakanak remaja (usia belasan) yang melanggar nilai, moral dan juga norma sosial serta mengganggu ketertiban umum. Perilaku ini jelas menimbulkan kerugian bagi diri pelaku sendiri atau remaja, keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Berikut ini, pandangan dari para ahli mengenai kenakalan remaja:
a) Menurut (Kartono, 2011) kenakalan
remaja (Juvenile delinquency) ialah perilaku jahat (dursila), atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda; merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial.
Pada umumnya, kenakalan remaja ditandai oleh dua karakteristik, yaitu adanya keinginan untuk melawan dan adanya sikap apatis (acuh atau cuek) yang disebabkan rasa kecewa terhadap suatu kondisi yang terjadi di dalam masyarakat. Menurut Jensen (dalam Sarlito, 2012) membagi kenakalan remaja menjadi empat jenis yaitu;
a) Kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain: perkelahian, perkosaan, perampokkan, pembunuhan, dan lain-lain.
b) Kenakalan yang menimbulkan korban materi: perusakan, pencurian, pencopetan, pemerasan, dan lain-lain.
c) Kenakalan sosialyang tidak menimbulkaan korban di pihak orang lain: pelacuran, penyalahgunaan obat.
d) Kenakalan yang melawan status, misalnya mengingkari status anak sebagai pelajar dengan cara membolos, mengingkari status orang tua dengan cara minggat dari rumah atau membantah perintah mereka, dan sebagainya.
Orang tua dan pihak berwenang wajib mengontrol perkembangan perilaku remaja karena mereka lebih terbuka dan mudah menerima perubahan (bersifat permissive). Pengawasan dapat dilakukan dengan caramenanamkan nilai dan norma yang sesuai.
A. Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja pasti tidak terjadi dengan sendirinya namun disebabkan oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja, yaitu:
1. KeluargaMenurut (Kartono, 2011) keluarga
merupakan unit sosial terkecil yang dapat memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Penyebab terjadinya kenakalan remaja dilingkungan keluarga antara lain:
a) Anak kurang mendapatkan perhatian, kasih sayang dan tuntutan pendidikanorang tua, terutama bimbingan ayah, karena ayah dan ibunya masing-masing sibuk mengurusi permasalahan serta konflik batin sendiri.
b) Kebutuhan fisik maupun psikis anakanak remaja menjadi tidak terpenuhi. Keinginan dan harapan anak-anak tidak bisa tersalur dengan memuaskan, atau tidak mendapatkan kompensasinya.
2. Sekolah
Menurut (Sudarsono, 2012) bahwa sekolah merupakan ajang pendidikan yang kedua setelah lingkungan keluarga bagi anak remaja.
Sedangkan menurut (Gunawan, 2010) bahwa Setiap pendidikan menyiratkan bahwa pendidikan sebagai proses sosialisasi anak dalam lingkungan sosialnya. Kultur/budaya akademis, kritis dan kreatif, serta sportif harus terbina dengan baik demi terbentuknya kestabilan emosi sehingga tidak mudah goncangan dan juga menimbulkan akses-akses yang mengarah kepada perbuatan-perbuatan berbahaya serta kenakalan.
Menurut penelitian, bila dibandingkan dengan anak yang tidak nakal, pada umumnya anak nakal tampak terbelakang dalam pendidikan sekolahnya. Secara kuantitatif anak nakal tercatat sekitar 18% tak bersekolah, terlambat sekolah sekitar 54%, dan secara kualitatif anak nakal sering membolos, kurang kesungguahan belajar, lebih berani mencontek, dan sebagainya.
3. Lingkungan Masyarakat
Menurut (Sudarsono, 2012) anak remaja sebagai anggota masyarakat selalu mendapat pengaruh dari keadaan masyarakat dan lingkungannya baik langsung maupun tidak langsung. Dikalangan masyarakat banyak sekali terjadi kejahatan seperti: pencurian, pembunuhan, pelecehan seksual, gelandangan dan penganiayaan. Selanjutnya, menurut (Kartono, 2011).
Sedangkan menurut (Nuraeni, 2022)faktor-faktor penyebab kenakalan remaja, yaitu:
a) Faktor internal:
1) Krisis identitas:
Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.
2) Kontrol diri yang lemah:
Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.
b) Faktor eksternal:
Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
b. Teman sebaya yang kurang baikc. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. Penyebab terjadinya kenakalan remaja akan sangat membantu dalam mencari penyelesaian atau solusi yang paling tepat dalam mengatasi kenakalan remaja bahkan dapat mencegah terjadinya kenakalan remaja sejak dini.
B. Dampak Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja pasti memiliki konsekuensi atau dampak. Kenakalan remaja dapat berdampak bagi siapapun (Fusnika et al., 2019), yaitu:
1. Kenakalan dalam keluarga:
Remaja yang labil umumnya rawan sekali melakukan hal-hal yang negatif, di sinilah peran orang tua. Orang tua harus mengontrol dan mengawasi putra-putri mereka dengan melarang hal-hal tertentu.
Namun, bagi sebagian anak remaja, larangan-larangan tersebut malah dianggap hal yang buruk dan mengekang mereka. Akibatnya, mereka akan memberontak dengan banyak cara. Tidak menghormati, berbicara kasar pada orang tua, atau mengabaikan perkataan orang tua adalah contoh kenakalan remaja dalam keluarga.
2. Kenakalan dalam pergaulan:
Dampak kenakalan remaja yang paling nampak adalah dalam hal pergaulan. Sampai saat ini, masih banyak para remaja yang terjebak dalam pergaulan yang tidak baik. Mulai dari pemakaian obat-obatan terlarang sampai seks bebas. Menyeret remaja pada sebuah pergaulan buruk memang relatif mudah, dimana remaja sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal negatif yang menawarkan kenyamanan semu. Akibat pergaulan bebas inilah remaja, bahkan keluarganya, harus menanggung beban yang cukup berat.
3. Kenakalan dalam pendidikan:
Kenakalan dalam bidang pendidikan memang sudah umum terjadi, namun tidak semua remaja yang nakal dalam hal pendidikan akan menjadi sosok yang berkepribadian buruk, karena mereka masih cukup mudah untuk diarahkan pada hal yang benar. Kenakalan dalam hal pendidikan misalnya, membolos sekolah, tidak mau mendengarkan guru, tidur dalam kelas, dll. Dampak kenakalan remaja pasti akan berimbas pada remaja tersebut. Bila tidak segera ditangani, ia akan tumbuh menjadi sosok yang bekepribadian buruk.
Remaja yang melakukan kenakalankenakalan tertentu pastinya akan dihindari atau malah dikucilkan oleh banyak orang. Remaja tersebut hanya akan dianggap sebagai pengganggu dan orang yang tidak berguna. Akibat dari dikucilkannya ia dari pergaulan sekitar, remaja tersebut bisa mengalami gangguan kejiwaan.
Yang dimaksud gangguan kejiwaan bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal sosialisai, merasa sangat sedih, atau malah akan membenci orangorang sekitarnya. Dampak kenakalan remaja yang terjadi, tak sedikit keluarga yang harus menanggung malu. Hal ini tentu sangat merugikan, dan biasanya anak remaja yang sudah terjebak kenakalan remaja tidak akan menyadari tentang beban keluarganya.
4. Solusi Mengatasi Kenakalan Remaja
Dalam cara mengatasi kenakalan remaja, tentunya dibutuhkan peran serta keluarga, guru, dan niat dari remaja tersebut untuk mengatasi kenakalan remaja yang semakin bertambah parah setiap harinya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi kenakalan remaja, antara lain adalah. Dibutuhkan pembekalan agama yang cukup dimulai sejak dini, mulai dari beribadah, mengunjungi tempat ibadah (sesuai kepercayaan masing-masing), dan lainnya.
a) Kegagalan dalam menghadapi identitas
peran serta lemahnya kontrol diri dapat dicegah dan diatasi melalui prinsip keteladanan. Remaja harus mampua mendapatkan figur-figur orang dewasa sebanyak mungkin yang memang sudah melampaui masa remaja terdahulunya dnegan baik. Bahkan mereka juga berhasil untuk dapat memperbaiki diri meskipun sebelumnya gagal mencapai tahapan ini.
b) Sebagai remaja, harus pintar-pintarnya memilih lingkungan pergaulan yang tepat dan baik sehingga tidak mudah untuk terjerat dalam perilaku menyimng. Selain itu sebagai orang tua hendaknya memberikan arahan-rahan terhadap komunitas atau pergaulan mana yang seharunys diikuti oleh remaja.
c) Remaja harus membentuk ketahanan diri sehingga tidak mudah terpengaruhi oleh pengaruh-pengaruh buruk yang diberikan teman-teman seumuran maupun sepergaulannya.
d) Harus ada kemauan yang tinggi dari pihak orang tua untuk memperbaiki kondisi keluarga sehingga nantinya tercipta kondisi keluarga yang harmonis, nyaman, dan komunikatif.
e) Peran orang tua dalam memberikan kasih sayang serta perhatian dalam hal apapun
f)Pengawasan orang tua namun tidak bersifat mengekang. Misalnya saja sebagai orang tua anda boleh membiarkan anak melakukan apapun yang masih dalam batas wajar. Namun jika menurut anda anak telah melewati batasan wajar yang sudah ditentukan, maka penting bagi orang tua untuk memberitahukan mengenai dampak dan akibat yang bisa saja diterima oleh anak jika terus melakukan hal tersebut.
g) Sebagai orang tua, jangan melarang anak untuk bergaul dengan temanteman seumuran. Jika anda membiarkan anak bergaul dengan teman-teman main yang tidak seumurannya, maka tentu saja gaya hidupnya akan berbeda. Sehingga gaya hidupnya akan berubah mengikuti teman sepermainanya tersebut.
h) Pengawasan intensif yang perlu dilakukan adalah pada media komunikasi semisal televisi, radio, internet, handphone, dan lainnya.
i) Dibutuhkan bimbingan kepribadian dari pihak sekolah, karena lingkungan sekolah merupakan lingkungan dimana anak menghabiskan banyak waktu selain di rumah.
j) Dukung hobi anak selama hal tersebut masih dalam konteks positif. Jangan mencegah hobi atau kesempatan apapun yang dapat membantu anak mengembangkan dirinya sendiri.
k) Sebagai oang tua, penting untuk memiliki peran sebagai tempat curhat yang nyaman bagi anak-anak anda. Sehingga ketika anak mengalami masalah, sebagai orang tua anda bisa membimbing dan mendampingin anak (DosenPsikologi.com, 2017).
A. Simpulan
Kenakalan remaja sudah mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja juga meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Tentunya sangat merugikan dirinya sendiri, orang tua atau keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Berikutnya adalah faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua atau keluarga; minimnya pemahaman atau pengertian bahkan pengenalan tentang keagamaan; pengaruh dari lingkungan sekitar, budaya barat dan pergaulan dengan teman sebaya; serta tempat pendidikan. Sehingga akibatakibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja itu sendiri, keluarga, dan juga lingkungan masyarakat. Maka solusi tepat dalam mengatasi kenakalan remaja adalah melalui tindakan preventif, tindakan represif, dan tindakan kuratif dan rehabilitasi.
B. Saran
Diperlukan solusi internal bagi seorang remaja dalam mengendalikan kenakalan remaja antara lain:
1. Identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan.
2. Motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya.
3. Menyalurkan kemampuan dan energinya dalam berbagai kegiatan positif
4. Memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul,
5. Membentuk ketahanan diri supaya tidak mudah terpengaruh jika teman sebaya atau komunitas atau siapapun yang tidak sesuai dengan harapan Supaya segala usaha pengendalian kenakalan remaja bahkan pencegahan harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja dapat menjadi orang dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman) sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah air.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6482270/kenakalan-remaja-pengertiandan-contoh-yuk-sama-sama mencegahnya
Kather, D. J. (2023). Kenakalan Remaja dan Solusinya. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(9), 6972-6980.


