Pengaruh Musik K-Pop Terhadap Kesehatan Mental Penggemar Remaja.

Sumber gambar: ilustrasibalairuangpres

Oleh: Nama : Rizki Putri Ayu Lestari

 

Sahabat Rakyat Komering.Com – Kesehatan mental remaja menjadi perhatian karena banyak kasus terkait masalah Tersebut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada tahun 2021 sekitar 14% remaja mengalami masalah kesehatan mental. Beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja meliputi tekanan dalam pergaulan dengan teman sebaya dan eksplorasi identitas.

Salah satu cara mengatasi kesehatan mental ini yaitu dengan mendengarkan musik atau terapi musik. Musik K-Pop menjadi pilihan yang populer dikalangan remaja saat ini. Musik K-Pop telah menjadi jenis musik yang paling banyak disukai sampai sekarang, khususnya remaja di Indonesia dan diseluruh dunia.

Sumber gambar: Pribadi

K-Pop atau Korean pop sendiri merupakan jenis musik dari korea selatan yang identik dengan boy grup dan girl grup yang memiliki beragam genre musik seperti pop, R&B, rock, hip hop dan jazz.

K-Pop tidak sekedar menjadi hiburan semata, namun, K-Pop juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental penggemar terutama remaja. Pemicu kesehatan mental remaja biasanya tekanan dari sekolah , keluarga dan masalah pribadi.

Musik K-Pop dapat menjadi pelarian dari stres sehari-hari dengan mendengarkan K-Pop favorit mereka dapat membantu meredakan ketegangan dan memberikan waktu santai yang sangat dibutuhkan.

K-Pop sering kali berkisar pada narasi yang menyoroti perjuangan, keberanian, dan tekad para idola, yang merupakan alasan di balik popularitasnya. Pesan-pesan yang menyemangati seperti ini berpotensi menginspirasi remaja untuk secara efektif mengatasi tantangan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, hal ini juga menjadi sumber inspirasi bagi remaja, memotivasi mereka untuk aktif mengejar cita-citanya.

K-pop telah membantu menciptakan komunitas remaja yang besar di seluruh dunia. Melalui platform media sosial dan forum online, penggemar K-pop dapat berinteraksi dengan penggemar lain dan berbagi minat yang sama. Tentu saja hal ini bisa sangat membantu para remaja yang merasa kesepian karena bisa menemukan teman yang memiliki minat yang sama.

K-Pop juga menjadi penyebab berubahnya emosi, perilaku dan pola pikir penggemar dapat dibandingkan antara penggemar dan non penggemar remaja. Mendengarkan musik K-Pop dan menjadi penggemar dapat mengubah cara pandang seseorang terhadap dunia. Beberapa penggemar merasa musik ini membantu mereka mengatasi stres dan memberikan semangat untuk meraih tujuan hidup mreka.

Namun, ada juga dampak negatif seperti konflik antar fandom yang mempengaruhi kesehatan mental. Meskipun demikian tidak semua merasakan dampak yang sama dan pemahaman bahasa Korea bisa mempengaruhi sejauh mana seseorang dapat menghayati lagu K-Pop itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penulis merupakan Mahasiswa Universitas Nurul Huda OKU Timur, Program Studi Guru Madrasah Ibtidaiyah.