Modus Penipuan Freelance Secara Online

 

Sumber gambar: Kompas Money

Oleh: Yandi

Sahabat Rakyat Komering.Com – Siapa yang tidak tergiur dengan iming-iming hadiah cuan dengan jumlah besar, apalagi cara untuk memperolehnya sangat mudah, cepat dan praktis.

Modus penipuan dengan tawaran kerja paru waktu atau freelance secara online saat ini begitu menjamur, dan sudah banyak memakan korban.

Berdasarkan hasil kutipan penulis dari Chanel YouTube Kompas TV bahwa sudah tercatat ada sekitar 1.200 orang yang menjadi korban kerja paruh secara online. Sementara Postingan tersebut diunggah sekitar 10 bulan yang lalu, dengan judul “Cerita Korban Penipuan Kerja Paruh Waktu Online, Diminta Nilai Hingga Lakukan Deposit “.

Dari catatan yang diperoleh juga tercantum jumlah kerugian akibat aksi itu adalah sekitar 38 Miliar Rupiah.

Menurut Tria Mulyantina salah satu korban penipuan, yang penulis kutip dari akun YouTube Kompas TV tersebut, bahwa kemungkinan korban akan terus bertambah.

Selain itu, ada juga kasus yang sama dialami oleh salah seorang pegawai swasta bernama Mela Nurhidayati yang penulis kutip dari akun YouTube Kompas TV Pontianak, dengan judul ” Modus Penipuan Kerja Paruh Waktu Online – SASARAN“, yang diupload sekitar 11 bulan lampau, bahwa dirinya sudah mengalami kerugian sekitar 60 jutaan akibat ikut kerja online tersebut.

Berikut cara pelaku melakukan aksinya, hal ini berdasarkan rakuman dari penjelasan para korban freelance online atau kerja paruh waktu secara online yang penulis temukan:

1. Awalnya pelaku memasang iklan di platform-platform yang tersedia saat ini, seperti Instagram, tiktok, Snack Video, Facebook dan lainnya. Ada juga yang langsung mengirimi pesan lewat WhatsApp atau telegram.

2. Bagi mereka(calon korban yang penasaran, mereka akan langsung membuka atau membaca tawaran yang mereka temui itu, bahkan karena merupakan hal langkah dengan iming-iming cuan, mereka akan langsung menghubungi para pelaku dan menjalin komunikasi hingga korban percaya.

3. Kemudian pelaku memberikan beberapa tugas, yang apabila berhasil diselesaikan, para pekerja paru waktu itu akan mendapat upah atau gaji hasil dari bekerja.

4. Karena Kerjanya cukup mudah yaitu hanya like atau follow sebuah akun tertentu, dengan komisi ratusan ribu hingga jutaan hanya dalam waktu singkat, jadi korban tidak keberatan, dan merasa bahwa mereka mendapatkan durian runtuh.

5. Kemudian setelah pekerjaan selesai, mereka benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan, secara otomatis setelah pekerjaan selesai, mereka menerima deposit di rekening mereka.

6. Namun semakin lama tugas menjadi bertambah dan terus bertambah, tidak hanya itu mereka juga diminta pelaku untuk melakukan deposit. Hal itu demi mendapatkan untung yang lebih besar.

7. Alasan mereka supaya korban percaya adalah dengan mengatakan bahwa tugas itu sebagai tugas meningkatkan, ditugas peningkatan itu dan hadiahnya juga akan menjadi lebih banyak lagi.

8. Lalu korban disodori lembaran tabel yang berisikan level tugas dan jumlah komisi yang akan diterima, ada yang dengan jumlah komisi ratusan ribu, jutaan, hingga puluhan juta.

9. Untuk lebih menyakinkan, pelaku membutuhkan nama perusahaan ternama bahkan tak segan mencatumkan instansi pemerintah.

9. Dengan tawaran yang cukup menggiurkan, akhirnya para pekerja menjadi terlena kemudian mengikutinya.

10. Tetapi semakin lama tugas semakin bertambah, bahkan seakan-akan tidak akan pernah kelar, sementara deposit terus dilakukan.

11. Lebih parah lagi ketika si korban mulai curiga mereka telah tertipu, ketika mau tarik kembali uang deposit yang mereka transfer, ternyata tidak bisa lagi. Dari sanalah mereka yakin bahwa sudah menjadi korban penipuan.

Untuk itu bagi siapa saja yang saat ini tidak bisa lepas dari smartphonenya berhati-hatilah, dan jangan mudah percaya dengan tawaran cuan yang besar dengan cara instan.

Kita harus lebih realistis dalam melihat sesuatu, agar tidak menjadi korban kerja paruh waktu berikutnya. Sebab para pelaku penipuan adalah orang-orang profesional, mereka sangat mahir dalam memainkan emosional mereka yang menjadi sasarannya, Atau tawaran yang lain dengan menjanjikan keuntungan cuan besar.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Penulis merupakan salah satu Alumni Universitas Nurul Huda OKU Timur, Progam Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan.