
Oleh : Dedy Mardiansyah & Mardiyah Hayati*
“Negeri Para Phuyang: Hikayat Komering Pitu Phuyang” adalah literasi Komering perdana yang mendokumentasikan ulang cerita rakyat Komering dalam bentuk kekinian. Terbit pada tahun 2019, buku ini boleh disebut pula sebagai literatur Komering yang paling ramah bagi peserta didik.
Sebab, ia menyajikan data berbasis riset dari literatur dan dokumentasi sastra tutur atau cerita rakyat Komering. Selain itu juga disertai ilustrasi gambar tokoh-tokoh yang diriwayatkan sebagai para leluhur bagi rakyat Komering.
Himawan Bastari, penulisnya, kala itu merupakan Guru Geografi di SMP Negeri 1 Madang Suku III, Kabupaten Ogan dan Komering Ulu (OKU) Timur.
Selain aktif menggerakkan literasi di sekolahnya, sosok ini juga aktif mengorganisasi para guru di OKU Timur untuk mengembangkan kreatifitas menulisnya sampai berhasil menerbitkan buku-buku mereka.
Pula menggerakkan literasi Komering, seperti terlibat dalam penyusunan kurikulum Muatan Lokal Budaya Komering. Ia kini juga dipercaya sebagai Kasi Peserta Didik dan Pembinaan Karakter Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten OKU Timur.
Buku ini diterbitkan oleh Intishar Publishing, Kebumen. Ia telah menambah kekayaan khazanah literatur peradaban Nusantara terkait Sriwijaya berbasis sastra Komering.
Buku ini juga potensial menjadi bagian literasi penguat kesadaran Sriwijaya. Terutama bagi para pemula. Terkhusus para pelajar.
Buku ini memang menjadi satu dari sedikit kontak literatif yang mengajak kita menziarahi bagian peradaban Melayu Kuno. peradaban yang terletak di kawasan pegunungan Bukit Barisan Sumatera.
Persisnya, pegunungan Seminung. Simbolnya adalah kerajaan Skala Brakh sebagai pembentuk Sriwijaya melalui Komering.
Ya, Negeri Para Phuyang (NPP) ini juga mengajak kita menziarahi kawasan Komering. Dengan identitasnya sebagai kontak Sriwijaya ke peradaban induknya yaitu Skala Brakh.
Hal yang sama pernah dilakukan oleh Arlan Ismail. Salah seorang Wakil Rektor Universitas Tridinanti Palembang (UTP) pada masanya.
Berjudul “Periodisasi Sejarah Sriwijaya: Bermula di Minanga Komering Ulu Sumatera Selatan, Berjaya di Palembang, Berakhir di Jambi”. Terbitan Unanti Press, Palembang, 2003.
Melalui bukunya ini Arlan juga menegaskan keberadaan Sriwijaya. Sriwijaya yang turun dari peradaban pegunungan Seminung. Tempat dimana kerajaan Skala Brakh berada dan Komering sebagai penghubungnya.

*Dedy Mardiansyah adalah Alumni dan Dosen Unuha. Pendiri Pusat Kajian Komering Unuha ini pernah menjadi Sekum MUI OKUT, Wakil Ketua GP Ansor OKUT dan Ketua KNPI OKUT. Selain Ketua IKANUHA, ia kini juga Wakil Ketua Yayasan PPNH Sukaraja dan Wakil Katib PCNU OKU Timur. Mardiyah Hayati adalah alumni dan Dosen Unuha. Selain sebagai Pembina Asrama Putri Al Umami PPNH Sukaraja dan Pengelola Jurnal Mahasiswa PBSI FIP Unuha juga Wakil Bendahara Yayasan PPNH Sukaraja.

