KKN T- 07 Unuha Desa Kelirejo Bekerjasama Atasi Masalah Stunting

Mahasiswa KKN Unuha pada saat berpose bareng perangkat Desa Kelirejo

Komering Sahabatrakyat.com- Jumat ( 28/07/2022) kelompok mahasiswa Universitas Nurul Huda (Unuha) melakukan kerjasama dalam pencegahan dan penanganan Stunting pada balita yang kemungkinan terinfeksi penyakit Stunting di Desa Kelirejo, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT)

Dalam hal itu mahasiswa Unuha bersama perangkat Desa Kelirejo mengumpulkan para warga Kelirejo yang mempunyai anak balita di Kantor Desa Kelirejo.

Kegiatan, dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kelirejo, Hermansyah, Kadus 3 Kelirejo, Suyitno, dan Ibu PKK Kelirejo, Oni.

Digelarnya upaya demikian bertujuan untuk mengetahui seluk beluk Stunting, seperti penyebab terjadinya dan cara pencegahannya.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita usia dibawah lima tahun. Yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis,  bahkan dapat menyebabkan kematian.

Biasanya menurut Hj. Leni Marlina, selaku pihak yang menangani masalah kesehatan khusus untuk wilayah Kecamatan Belitang II bahwa kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir. Akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

“Stunting yaitu masalah gizi kronis yang dikarenakan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya,” Terangnya.

Ia juga menuturkan bahwa gejala-gejala yang dapat dikenali untuk mengetahui adanya Stunting yaitu seperti, tidak sesuainya perawakan wajah dengan usia anak, pertumbuhan gigi dan tubuh yang terlambat, memiliki konsentrasi dalam belajar yang buruk, mengalami keterlambatan pubertas saat menginjak usia 8-10 tahun, dan juga terganggunya mental pada anak.

“Hal ini terjadi karena kekurangan gizi pada anak, pola asuh yang kurang baik, pola makan yang kurang terjaga, dan baik ibu maupun anak tidak melakukan perawatan secara rutin sejak sudah persalinan,” ujarnya lagi.

Untuk itu ia mengatakan bahwa cara menghindari penyakit Stunting, maka dengan memahami konsep gizi yang dibutuhkan, pilihan menu makanan yang beragam, pemeriksaan rutin pasca melahirkan, serta senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Selain itu, Hermansyah selaku Kepala Desa Kelirejo mengatakan bahwa pihak desa sangat mendukung penuh kegiatan tersebut, dan ia juga sangat berterima kasih kepada para mahasiswa KKN Unuha yang telah membantu dalam mensukseskan kegiatan penanganan masalah Stunting pada balita di desanya.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi solusi kita dalam membasmi adanya penyakit Stunting,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ibu PKK Desa Kelirejo, Oni, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak mahasiswa tersebut, dan berharap apa yang sudah mereka usahakan bisa membawa sebuah perubahan bagi masalah kesehatan warga Desa Kelirejo.

” Kita merasa benar-benar beruntung telah dilibatkan dalam masalah Stunting ini. Sebab biar bagaimanapun saya terutama suatu saat pasti akan membutuhkan pengetahuan tentang Stunting, karena itu merupakan permasalahan kaum ibu-ibu dan buah hatinya,” ujar Ella Widya Rizky, yaitu salah satu mahasiswa KKN Unuha Desa Kelirejo.

Mereka juga berharap permasalahan Stunting didesa tersebut segera teratasi, sehingga anak-anak desa itu bisa terbebas dari penyakit seperti Stunting. (Yandi)