
Buay Madang- Sebagai tindak lanjut dari surat yang dikeluarkan oleh Rektor Universitas Nurul Huda (Unuha) OKU Timur, H. Imam Rodin, S.Ag., M.Pd.I., tentang seleksi calon pegawai tetap Universitas Nurul Huda OKU Timur dan Surat Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja OKU Timur, Drs. H. M. Tasdiq, M.Pd.I., yang berisikan tentang hal sama, maka pada Kamis, (02/06/2022) di Kantor YPPNH Sukaraja, Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Indonesia, pihak YPPNH Sukaraja OKU Timur laksanakan penyeleksian calon pegawai tetap Unuha OKU Timur. Yang merupakan Universitas satu-satunya ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) tersebut.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Yayasan PPNH Sukaraja, OKU Timur, Drs.H. M. Tasdiq, sebelum ia meninggal forum untuk diserahkan kepada tiga orang yang ia tunjuk diforum sebagai eksekutor pengujian.
Dalam kesempatan itu orang yang menyeleksi ditunjuk oleh ketua yayasan tersebut adalah Ketua Bidang Pendidikan YPPNH Sukaraja OKU Timur, Dedy Mardiansyah, M.Pd., Ketua Bidang Perekonomian YPPNH Sukaraja OKU Timur, Mudakir Hasyim, dan Sekretaris YPPNH Sukaraja OKU Timur, Mukhammad Fathoni, M.Pd.I.
Sementara untuk materi yang diujikan ada tiga poin. Yang pertama, Integritas dan Loyalitas oleh Ustadz Dedy Mardiansyah. Yang kedua, Baca Tulis Al-Quran (BTA) oleh Ustadz Mudakir Hasyim. Ketiga Akidah dan Ibadah Aswaja oleh Ustadz M. Fathoni.
Kegiatan berlangsung pada Pukul.10.00 WIB s.d selesai. Untuk jumlah yang mendaftar sendiri ada sekitar 8 orang namun yang ikut seleksi hanya 7 orang.
“Dari semua yang mendaftar kita nyatakan lolos. Tetapi lolosnya itu lolos bersyarat,” tegas Mudakir.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa masing-masing peserta seleksi mempunyai keunggulan dan sekaligus kekurang sendiri-sendiri.
Kemudian dari hasil yang telah diperoleh, Ustadz M. Fathoni berharap semoga apa yang telah mereka upayakan tersebut memberikan dampak positif baik bagi diri pribadi peserta seleksi calon pegawai tetap Unuha maupun bagi tempat yang mereka tujuh untuk mengabdi yakni Unuha itu sendiri.
Saya selaku orang yang diamanahi untuk menyeksi dengan materi Akidah dan Ibadah Aswaja atau ke NU-an masih merasa kurang puas dengan hasil yang kita peroleh, terutama tentang materi yang saya bawahkan, yaitu Akidah dan Ibadah Aswaja,” katanya.
Ia juga menimbali lagi, karena tempat ia mengabdikan diri itu berbasis pondok pesantren yang notabene berbasis nahdliyin atau NU dan tempat peserta tujuh juga masih berada dalam naungan pondok pesantren, maka ia berharap seiring berjalan waktu pengetahuan aswaja atau ke- Nu-an Warga YPPNH bisa ditingkatkan lagi. Terutama bagi peserta yang ikut seleksi tersebut.
Proses penyeleksian hingga siang hari belum juga selesai. Untuk itu para peserta dan penguji sebelum melanjutkan seleksi, mereka terlebih dahulu isoma atau istirahat dan makan siang bersama.
Hingga sore kegiatan tersebut baru selesai.(Yandi)

