Dewan Pembina Yayasan NH, Sarjana UNH Harus Senantiasa Menjaga Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Basyariyah

BUAY MADANG- Pada saat Wisuda Sarjana Universitas Nurul Huda ke-01( pertama), Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, KH. Afandi,B.A., berpesan untuk parah wisudawan wisudawati UNH agar tetap menjaga ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah . Menurutnya tidak ada halangan Bagi siapapun dan dari golongan manapun untuk menimbah ilmu di lembaga pendidikan Nurul Huda .

Hal itu disampaikan saat beliau memberikan kata sambutannya di acara sidang senat terbuka UNH pada Sabtu(18/12/2021). Di Kampus B Universitas Nurul Huda Sukaraja, Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT).

” Kita ingat perkembangan Islam di Spanyol Universitas Cordoba yang memiliki peserta didik berkepercayaan non muslim terbanyak, namun tetap diterima dan dilayani sebagai mahasiswa di sana. Dan ini juga terjadi di UNH, yang juga memiliki santri yang non-muslim,” ungkapnya.

Lebih lanjut Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda yang sekaligus Rois Syuriah PWNU Sumatera Selatan jelaskan , karena dalam beragama tidak ada paksaan dan beliau tidak mewajibkan bagi yang non muslim untuk bisa baca Alquran . Namun yang wajibkan untuk bisa baca Alquran adalah yang muslim. Karena kalau enggak bisa baca Alquran maka itu akan menjadi beban moral bagi beliau.

Beliau juga berharap agar para calon sarjana untuk bisa mengembangkan ilmunya dengan cara membuka lembaga pendidikan , baik yang kecil maupun sampai yang besar . Apalagi mereka telah dibekali title S1 dan sudah bisa baca Alquran, itu sudah modal yang luar biasa.

” Bukalah pengajian sesuai dengan jurusan, bukan hanya sarjana dari pendidikan agama Islam(PAI), semua sarjana baik yang dari Bahasa Indonesia , Bahasa Inggris , Ekonomi, Fisika, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Karena menurut beliau hal itu sudah pernah dilakukan oleh seorang Kiai yang luar biasa. Yaitu yang mendirikan Yayasan Pendidikan khusus pengajian Bahasa Inggris di Pare Jawa Timur. Dan insya Allah tambah beliau, bahwa akan ada 30 Santri Nurul Huda yang akan dikirim ke sana , biar bahasa Inggrisnya tambah mantap begitu juga Arabnya.

” Jadi masing-masing jurusan punya tempat pengajian khusus sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Jangan mengharapkan imbalan, jangan takut tidak bisa makan karena berjuang di dalam dunia pendidikan. Serahkan semua itu kepada Allah, biar Allah yang urus,” ujarnya.

” Niat saya mendirikan lembaga pendidikan Nurul Huda ini semata-mata untuk mengharap ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Saya yakin Allah akan memberikan rezeki kepada saya, dan itu memang benar, asal kita yakin kepada Allah,” tambahnya.(YANDI)