Buay Madang- Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda gelar peringatan hari santri dengan upacara dihalaman Kampus B Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda (STKIP-NH), Buay Madang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Adapun upacara tersebut dihadiri oleh Pengasuh Yayasan Nurul Huda, pimpinan Yayasan, ketua STKIP Nurul Huda, Dosen-dosen, pengasuh asrama dan seluruh santri putra maupun putri yang ada di pondok pesantren nurul huda. Pada 22 Oktober 2021.
Bapak Tasdik selaku pimpinan Yayasan Nurul Huda mengatakan bahwa, Upacara hari santri dilakukan untuk memperingati peristiwa besar, yaitu revolusi jihad atau perintah pengurus besar Nahdlatul ulama, yang pada waktu itu dipimpin oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, tentang kewajiban membelah dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Para santri harus mampu mengisi kemerdekaan ini dan mengisikan dirinya dengan ilmu pengetahuan serta keterampilan, jangan sampai kita kaum santri yang sudah susah payah dalam memperjuangkan kemerdekaan ini tidak mau mengisinya. Kaum santri kalau bisa tidak cuma mengusai bahasa Arab tetapi juga mengusahi bahasa Inggris, Jerman bahkan Mandarin,” Ujar pimpinan Yayasan Nurul Huda.
KH.Afandi BA, mengatakan dalam sambutannya bahwa ada dua tanggung jawab atau kewajiban yang harus dipikul oleh santri, yang pertama menutunt ilmu sampai akhir hayat. Yang kedua, membela Negara atau berjuang untuk Negara, dengan cara memupuk rasa nasionalisme.
Beliau juga berpesan agar santri meningkatkan semangat belajarnya dan ketekunannya, “maka dengan hadirnya pondok pesantren Nurul Huda ini, harus mampu mewarnai dan hadir dalam kehidupan masyarakat, apapun profesinya. Beliau melanjutkan apa yang telah disampaikan inspektur upacara bahwa, agar kedepanya para santri yang menguasai bahasa asing baik itu Jerman, Inggris maupun Mandarin bisa membawah ilmu yang ia dapat dari pondok pesantren nurul huda ke negara-negara tempat bahasa tersebut berasal, mampu membaktikan dirinya dalam berdakwah di Negara-negara Eropa dan Neraga Tirai Bambu tersebut. walau harus diingat bahwa yang paling penting dari ilmu itu semua adalah belajar mengenai ilmu-ilmu agama,” ungkap pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja. (Yandi)


