Matrikulasi, Pendidikan Ekonomi STKIP Nurul Huda Perkuat HMPS

BUAY MADANG – Dalam rangka menyambut mahasiswa barunya, Program Studi Pendidikan Ekonomi (PSPE) STKIP Nurul Huda melakukan matrikulasi atau orientasi perkuliahan sekaligus penguatan organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) jajarannya. Kegiatan yang teknis sepenuhnya diserahkan kepada jajaran HMPS ini dilaksanakan di Aula Kampus A STKIP Nurul Huda pada Jumat (17/09) kemaren.

“Kita ingin program studi yang kita cintai ini unggul dan itu dimulai dari keunggulan mahasiswanya dalam mengelola dirinya juga lingkungannya. Tentu melalui organisasi mereka dan itu tidak akan mungkin terwujud kalau mereka tidak diberikan ruang dan peluang yang memadai untuk mereka berlatih. Kebetulan sebelumnya Ketua PS mengagendakan pelaksanaan matrikulasi, lalu pihak HMPS punya inisiatif adakan semacam kegiatan perkenalan atau orientasi, jadi klop lalu kita minta HMPS eksekusi dalam satu acara ini,” terang Sekretaris PSPE STKIP Nurul Huda, Khafid Ismail, M.Pd.

Alumni terbaik PSPE STKIP Nurul Huda yang dibiayai studi S2 di Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini meneruskan bahwa dalam agenda kegiatan ini, beberapa pemateri dijadwalkan mengisi kegiatan ini. Di antaranya Dr. Thoha Firdaus, M.Pd.Si, Sigit Priyono, M.E, Khafid Ismail, M.Pd., dan Iwan, S.Pd. Mulai dari materi membaca dan menulis ilmiah, kreativitas mahasiswa ekonomi, selayang pandang PSPE, penggunaan Siakad serta pengisian KRS online serta keorganisasian.

“Dengan kegiatan ini kami juga menegaskan kesiapan PSPE mendukung transformasi STKIP Nurul Huda menjadi Universitas Nurul Huda. Hasil Rapat Awal Semester pada Rabu kemarin juga kami sosialisasikan langsung pada matrikulasi ini,” terang pemimpin jurnalistik santri MA Nurul Huda pada masanya ini.

Sementara itu, pihak HMPS PE STKIP Nurul Huda mengapresiasi positif dukungan bagi mereka. “Kami berterima kasih kepada pengelola PSPE STKIP Nurul Huda atas perkenan dan kepercayaan kepada kami untuk menyelenggarakan matrikulasi ini. Kami akan berusaha menyambut dengan lebih baik lagi arahan pembinaan mahasiswa PE STKIP Nurul Huda melalui wadah HMPS ini. Termasuk harapan setelah acara ini agar HMPS garap Media Centre PSPE STKIP Nurul Huda. In sya Allah akan kami follow-up segera,” terang Ketua HMPS PE STKIP Nurul Huda, Nur Kholis Musthofa.

Kholis, demikian akrabnya mahasiswa Semester V yang kuliah di Kampus C STKIP Nurul Huda ini, melanjutkan bahwa inti dari kegiatan yang diikuti oleh 79 mahasiswa baru kemaren adalah membahas tentang visi dan misi Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP Nurul Huda serta tujuan dan penjabaran cara mencapai tujuan tersebut.

HMPS, lanjut Kholis, juga akan menyiapkan diri secara organisatoris agar dapat mendukung langkah PSPE STKIP Nurul Huda membentuk mahasiswa unggul. Yaitu mahasiswa yang sadar, sabar, dan terarah belajar melakukan studi, meneliti dan mengabdi kepada masyarakat seputar pendidikan ekonomi dengan berlandaskan Aswaja Annahdliyah dan berwawasan Ecotechnopreneurship di STKIP Nurul Huda.

“Mulai sekarang kita menyiapkan diri untuk itu. Kata kuncinya mahasiswa unggul, berlandaskan Aswaja Annahdliyah, dan berwawasan Ecotechnopreneurship,” pungkas Kholis.

Ketua PSPE STKIP Nurul Huda, Dedy Mardiansyah, M.Pd., menjelaskan bahwa keberadaan Aswaja Annahdliyah sebagai landasan dan Ecotechnopreneurship sebagai wawasan pada program studi ini merupakan bentuk pernyataan tegas kesiapan terhadap transformasi institusi STKIP Nurul Huda.

“Ya, dalam transformasi perguruan tinggi milik Pesantren Nurul Huda ini, diksi Aswaja Annahdliyah dan Ecotechnopreneurship memang masuk ke dalam narasi visi Universitas Nurul Huda. Nurul Huda ini jelas afiliasinya Nahdlatul Ulama. Aqidah atau sistem keyakinannya adalah Ahlussunnah wal Jamaah atau Aswaja. Sehingga dikenal Aswaja Annahdliyah,” terang sosok yang pernah menjadi Wakil Ketua PC GP Ansor OKU Timur ini.

Sementara, yang dimaksud dengan berwawasan Ecotechnopreneurship, lanjut mantan Wakil Ketua LTN PWNU Sumsel ini, yaitu praksis kewirausahaan bernuansa lingkungan dengan terapan (aplikasi) atau kembangan (inovasi) teknologi tepat guna dan multi guna.

“Nah, dalam konteks Pondok Pesantren Nurul Huda Sukaraja, lingkungan itu ya berarti kawasan pesantren, pedesaan, pertanian, transmigran, dan pesisir Komering. Sederhananya pengembangan kewirausahaan pesantren, pedesaan, pertanian dan kawasan pesisir Komering dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi tepat guna dan multiguna,” pungkas sosok yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Nurul Huda (IKANUHA) ini (Yandi).