Selama PPKM, Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok di Sumsel Terjamin

Sumatera Selatan – Stabilitas harga bahan kebutuhan pokok masyarakat Sumatera Selatan tetap terjamin selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlangsung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan Ruzuan Effendi di Palembang, Kamis, mengatakan, harga kebutuhan pokok khususnya komoditas bahan pangan masih stabil bahkan beberapa mengalami penurunan harga dari harga acuan.

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya di sejumlah pasar tradisional, modern dan distributor bahan pangan di Kota Palembang dan daerah penyangga per Rabu (25/8), komoditi pangan yang mengalami penurunan harga di antaranya daging ayam potong dari Rp30.000 per kilogram (kg) menjadi Rp28.000 per kg.

Lalu telur ayam Rp23.000 per kg menjadi Rp22.000 per kg, beras premium Rp11.500 per kg dari harga acuan Rp12.800 per kg, bawang merah Rp30.000 per kg sementara harga acuan Rp32.000 per kg, termasuk bawang putih Rp25.000 per kg.

“Harga pangan di pasar stabil, beberapa bahkan ada yang turun namun itu masih terbilang normal,”kata dia.

Menurutnya, harga-harga komoditas pangan tersebut tergolong lebih rendah bila dibandingkan dengan rekapitulasi harga Juli 2021 dengan skala perbandingan Rp5.000-Rp10.000. Seperti cabai merah, cabai rawit, daging ayam potong, bawang merah, telur ayam dan bawang putih yang menyentuh Rp80.000-Rp100.000 per kg.

Untuk harga jual daging sapi, lanjutnya, saat ini tercatat Rp125.000 sampai Rp130.000 per kg lebih ideal, bila dibandingkan bulan lalu bisa mencapai Rp150.000 per kg.Begitupun dengan minyak goreng yang dijual Rp15.000 per liter dalam kemasan, tepung terigu curah Rp7.500 perkg, dan gula pasir Rp12.500 per kg.

“Naik itu pada hari raya dan wajar meningkat karena permintaan tinggi, tapi meningkatnya tidak signifikan,” ujarnya.

Pedagang sembako di pasar tradisional KM 5 Palembang, Karnawan (55), mengatakan, rata-rata harga mengalami penurunan namun belum ada peningkatan intensitas pembeli jadi penurunan tidak begitu berpengaruh terhadap mereka.

“Masih normal-normal saja tidak ada lonjakan pembeli yang begitu (besar),” kata dia.

Sementara bagi pedagang sayur keliling Kurnia (40), penurunan harga disambut baik oleh para ibu-ibu rumah tangga, sehingga dagangannya banyak diborong seperti sayuran, ayam potong, bumbu masak.

Menurutnya, selama PPKM ini banyak ibu-ibu lebih memilih belanja dagangannya dibandingkan pergi langsung ke pasar.

“Lebih nyaman kata mereka dan harga nya tidak jauh berbeda,” ujar Kurnia.

Dengan begitu, pendapatannya pun bertambah bila sebelum PPKM dalam sehari sekitar Rp300.000 sekarang bisa Rp350.000-Rp400.000. (Ant)