BUAY MADANG. Model pembelajaran jarak jauh atau akrab disebut daring tentu sudah tidak asing lagi kita dengar, apalagi semenjak wabah pandemi melanda dunia. Namun sepertinya pembelajaran model daring tersebut dinilai kurang efektif bagi pemahaman siswa akan materi yang diberikan oleh guru nya. Tetapi kita sebagai manusia yang tidak lepas dari berbagai keterbatasan tentunya hal tersebut adalah sebagai bentuk ikhtiar kepada ketentuan yang sudah digariskan oleh yang maha esa dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19, terutama dalam dunia pendidikan.
Maka dari itu tidak bisa dipungkiri bahwa pendampingan terhadap orang tua dalam pembelajaran daring anak sangat diperlukan untuk saat seperti sekarang. Edukasi tentang pentingnya peran orang tua dalam pendampingan belajar anak-anak mereka disamping peran guru di sekolahan, demi sukses belajar anak. Hal ini yang mendasari lahirnya inisiatif dari mahasiswa KKN tematik PPDC-21 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda (STKIP-NH) Sukaraja untuk membuat program kerja edukasi tentang penggunaan aplikasi _Google Clasroom_ dalam proses belajar daring anak.
” Program ini sangat tepat dan insyaallah nanti hasilnya lebih bermanfaat bagi orang tua siswa untuk mendampingi belajar daring anak-anak mereka selama dalam masa pandemi. Ujar Dhea Fitria selaku ketua kelompok KKN PPDC-21 yang berlokasi di Kampung 04 Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Mahasiswa KKN STKIP Nurul Huda memilih aplikasi _Google Clasroom_ sebagai media untuk diajarkan kepada orang tua murid, karena menurut survey yang mereka lakukan kepada anak-anak Desa Sukaraja khususnya Kampung 04, bahwa _Google Clasroom_ dinilai paling banyak digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran daring.
Selanjutnya Bapak Khafid Ismail, M.Pd yang juga merupakan dosen pembimbing lapangan KKN PPDC-21menambahkan bahwa, “Program pendampingan orang tua dilakukan oleh mahasiswa KKN tematik PPDC-21 ini diharapkan nantinya bisa membawa manfaat baik bagi guru, orang tua murid, maupun murid itu sendiri, karena hal ini benar-benar bersentuhan langsung dengan peserta didik dan orang tua. Ungkap salah satu dosen STKIP Nurul Huda Sukaraja tersebut.
Beliau juga berharap agar kedepan progam yang sudah berjalan tersebut bisa terus berlanjut. Bahkan bisa menjadi program yang berskala, baik dari civitas akademika STKIP Nurul Huda sendiri maupun program eksternal dari mahasiswa.U
Untuk program edukasi itu sendiri sudah mereka mulai sejak 11 -15 Agustus 2021.(Chabib)




