Inovasi Usaha Rumahan Untuk Ekonomi Kuat Dimasa Pandemi

SUKARAJA- Inovasi untuk produk rumahan berskala kecil memang sangat diperlukan saat ini, apalagi dimasa pandemi, sebagai upaya mempertahankan kestabilan ekonomi masyarakat.

Dan kali ini kelompok KKN PPDC-21 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda (STKIP NH) Sukaraja yang bertugas di Desa Sukaraja lebih tepatnya kampung empat Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur yang didampingi oleh Bapak Khafid Ismail, M.Pd, sebagai Dosen Pembimbing Lapangan mengatakan bahwa, proses pendampingan dalam inovasi produk rumahan masyarakat tersebut merupakan salah satu program unggulan mereka. Hal tersebut sebagai upaya pemberian edukasi kepada masyarakat, agar mereka bisa lebih kreatif dan mau berinovasi guna mempertahankan produk mereka dipasaran dalam suasana Pandemi.

Ibu Rubi adalah warga asli Desa Sukaraja kampung empat yang kebetulan memiliki usaha keripik singkong, usaha tersebut sudah beliau geluti sejak 5 tahun yang lalu. Namun saat ini keripik singkong miliknya hanya memiliki satu rasa dan dikemas dalam kemasan yang sederhana serta dipasarkan di warung-warung terdekat saja. Beliau Ibu Rubi mengatakan bahwa, beliau hanya bisa jualan keripik sebagai upaya meringankan beban suaminya dalam membiayai hidup keluarganya. Beliau juga mengatakan bahwa pendapatan yang diperoleh semakin lama semakin menurun sejak adanya pandemi covid-19.

Dan untuk kali ini kelompok KKN PPDC-21 mencoba memberikan edukasi berupa inovasi dalam produk serta cara pemasaran dan juga managemen berbasis IT kepada keluarga ibu Rubi.

” Kami mencoba memberikan pendampingan kepada ibu Rubi dan keluarga untuk membuat inovasi baru produk keripik singkong milik mereka, baik dari segi menghadirkan rasa baru, membuat kemasan yang lebih menarik serta memberikan edukasi cara pemasaran dan manajemen berbasis IT, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas penjualan keripik singkong,” ujar salah satu perwakilan kelompok KKN PPDC-21.

Menurut mereka, mereka menggunakan aplikasi Facebook dan Instragram sebagai media pemasaran keripik singkong, karena dinilai paling cocok dan paling banyak digunakan oleh masyarakat luas, mereka berharap semoga apa yang mereka lakukan tersebut mampu menarik konsumen untuk membeli hasil produksi mereka.

Salah satu mahasiswa KKN PPDC-21 sebut saja namanya Anisa Usaleha yang juga merupakan ketua koordinator dalam program tersebut mengatakan bahwa “tujuan dari pemberian edukasi ini adalah untuk menghadirkan inovasi baru dalam hasil produksi keripik singkong miliknya Ibu Rubi yaitu berupa penciptaan rasa baru, cara mengemasan, manajemen serta cara pemasaran, agar mampu menarik para pembeli dan mampu menciptakan cara pemasaran yang lebih luas lagi,” ungkap mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nurul Huda (STKIP NH) Sukaraja Tersebut kepada awak media Sahabat Rakyat Komering Minggu, 22 Agustus 2021.

Selanjutnya Bapak Khafid Ismail, M.Pd juga menambahkan bahwa edukasi dalam inovasi produk dan pemasaran serta manajemen berbasis IT tersebut nantinya semoga dapat memunculkan potensi pemasaran yang lebih luas lagi dan mampu menarik minat pelanggan dalam skala besar.

” Edukasi manajemen berbasis IT ini sangat selaras dengan perkembangan zaman, dimana keberadaan market place online sudah sangat banyak untuk memudahkan pemasaran hasil produksi bagi masyarakat yang bergerak di bidang usaha,” ungkap dosen STKIP Nurul Huda tersebut.

Beliau juga menilai bahwa program UMKM saat masa pandemi seperti sekarang sangat bagus untuk dijalankan dan juga selaras dengan program yang diusung oleh LPPM STKIP Nurul Huda Sukaraja tahun 2021 untuk mahasiswa KKN ditahun 2021 ini.

Mahasiswa KKN STKIP Nurul Huda kelompok KKN PPDC-21 berharap semoga program mereka bisa membantu masyarakat terutama dalam berinovasi untuk usaha-usaha yang mereka geluti, demi menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka dimasa pandemi. (Chabib)