SRK. BUAY MADANG. Dimasa pandemi seperti ini tidak menghalangi kita untuk tetap terus berusaha, berkarya, dan berinovasi dalam setiap langkahnya. Kelompok PPDC_20 Desa Sukaraja dalam KKN tematik hadir memberikan inovasi dan ikut berpartisipasi dalam pengembangan usaha kecil serta meningkatkan mutu dan pemasaran manajemen usaha berbasis IT sesuai kebutuhan konsumen. Yang mana sasaran program penanggulangan dampak Covid-19 di bidang pemberdayaan masyarakat merupakan program pilihan. Mbah Sami warga kampung III yang membuat produk berupa tempe yang kemudian di jual di pasar terdekat, dan kali ini kelompok PPDC_20 memberikan pendampingan dalam mengelola tempe menjadi keripik tempe beraneka rasa seperti rasa original, jagung, dan balado yang kemudian di jual secara offline seperti di warung, pasar, toko dan rumahan maupun online (via wa,fb,ig dan media online lainnya).
Kami pun mendampingi beliau dari mulai persiapan alat dan bahan yang perlu di siapkan sampai ke pembuatan, pengemasan hingga pemasarannya. Adapun komposisi yang di perlukan tempe diiris setipis mungkin, tepung rose brand, bawang putih, garam, roico, tumbar, dan kunyit, yang kemudian di tumbuk hingga lembut dan di kasih air secukupnya kemudian di goreng sampai begitu renyah , selanjutnya di kasih bumbu balado, jagung dan bisa langsung di bungkus sesuai aneka rasa.
Mbah sami pun sangat antusias dengan adanya inovasi produk tempe menjadi keripik tempe beraneka rasa, beliau berharap inovasi ini bisa menambah penghasilannya serta dapat menjadikan produk keripik tempe dalam jangka panjang nantinya. Kami juga berharap atas sedikit inovasi dan pendampingan ini bisa memberikan maanfat untuk mbh sami, dan semoga usaha Mbah sami di berikan kelancaran dan sehat selalu tentunya.


