Gubernur Ingatkan Kepala Daerah Optimalkan PPKM

Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengingatkan setiap kepala daerah harus optimalkan pengawasan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) supaya peningkatan kasus penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

“Dari empat kabupaten kota hanya Kota Palembang yang lanjut menerapkan PPKM level empat sampai 23 Agustus nanti,” kata Gubernur Herman Deru di Palembang, Selasa.

Khusus untuk Kota Palembang yang masih memberlakukan level empat karena kasus aktif COVID-19 masih cenderung tinggi berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021 yang disampaikan Mendagri Tito Karnavian dalam rapat koordinasi dan evaluasi PPKM secara virtual, Selasa.

Menurutnya, keputusan tersebut mengartikan kepala daerah harus memaksimalkan pembatasan mobilitas masyarakat untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

Dalam hal tersebut bukan hanya Bupati dan Walikota semata tapi merupakan kesatuan peran pemimpin mulai dari Ketua RT, Kades, Lurah, Camat, untuk menciptakan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker dan menghindari kerumunan.

“Harus disikapi secara bijaksana dan penuh rasa tanggungjawab artinya ke depan harus lebih maksimal lagi (PPKM) namun tetap secara humanis,” imbuhnya.

Sedangkan untuk tiga kabupaten kota lain yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Banyiasin, dan Kabupaten Musi Rawas dari tidak lagi menerapkan PPKM level empat melainkan PPKM level 3 dengan penyebaran kasus positif COVID-19 sedang.

“Hal tersebut dapat menjadi salah satu indikator penurunan kasus konfirmasi positif COVID-19,” ujarnya.

Ia menyadari bukan hal yang mudah menanggulangi penyebaran COVID-19 harus ada kerjasama lintas sektoral yang konkter didalamnya. Sebab COVID-19 bukan hanya berdampak pada kesehatan namun juga mempengaruhi sosial-ekonomi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan implementasi 3T (testing, tracing, dan treatment) dan mempercepat skema vaksinasi.

“Dua hal tersebut merupakan solusi untuk menanggulangi penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Meskipun memang masih banyak yang perlu ditingkatkan seperti khusus untuk Kota Palembang yang hanya memungkinkan untuk dilakukan testing terhadap 1.000 sampel, sementara seharusnya testing dilakukan dengan 3.000 sampel dalam sehari.

“Itu karena keterbatasan laboratorium untuk melakukan uji sampel,” tandasnya. (Ant)